Rabu, April 22, 2026

Selamat Malam, Secangkir Kopi, Habis tak habis

Juli 2022
Oleh: Redaksi

– Rosli K. Matari

Berdomisili di Malaysia

 

– Zab Bransah, kota Langsa

*Kurenung malam lewat*
*bagai kopi pekat.*
*Detik embun, rintik sepi*
*lambatkah dinihari?*

*Balam-balam, terbayang*
*sayup ruyup usiaku*
*luyup memanjang.*
*Sebagai hujung ranting,*
*sehelai daun kelabu*
*digeser angin, olang-aling.*

*Kukenang, segala terpendam*
*dalam diri*
*luluh-lantak, rawan tangis.*

*Kurendam*
*sebagai luka, abadi bagai puisi*
*tak bernoktah hujung baris.*

*Selamat malam,*
*secangkir kopi*
*habis tak habis.*

*Aku sedar*
*hidup ini, sedih atau indah*
*bersekali sepahit, semanis kopi.*

*Kutunggu fajar,*
*esok cerah*
*aku harus hidup lagi.*

14.7.22

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist