POTRET Budaya

Selamat Malam, Secangkir Kopi, Habis tak habis

Juli 2022
Oleh: Redaksi

– Rosli K. Matari

Berdomisili di Malaysia

 

– Zab Bransah, kota Langsa

*Kurenung malam lewat*
*bagai kopi pekat.*
*Detik embun, rintik sepi*
*lambatkah dinihari?*

*Balam-balam, terbayang*
*sayup ruyup usiaku*
*luyup memanjang.*
*Sebagai hujung ranting,*
*sehelai daun kelabu*
*digeser angin, olang-aling.*

*Kukenang, segala terpendam*
*dalam diri*
*luluh-lantak, rawan tangis.*

*Kurendam*
*sebagai luka, abadi bagai puisi*
*tak bernoktah hujung baris.*

*Selamat malam,*
*secangkir kopi*
*habis tak habis.*

*Aku sedar*
*hidup ini, sedih atau indah*
*bersekali sepahit, semanis kopi.*

*Kutunggu fajar,*
*esok cerah*
*aku harus hidup lagi.*

14.7.22

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir