Selasa, April 21, 2026

Puisi-Puisi Abdul Aziz Ali

Oktober 2024
Oleh: Redaksi

Pencandu

bukan sebuah cerita
duka itu derita
luka terkesan di hati

kuukir di lembaran lalu
jadikan sebuah puisi
kuselumbung dalam diri
biar sembunyinya dicari
pendelekmasi mengukir bait ke bait
bagai secawan kopi dihidang penonton menghirup bagai pencandu

Kualbum suara gayanya
untuk tuntunan jadi kenangan

Kuakan tulis puisi- puisi
dalam diri
kubaca pada mentari
bila pagi embun kering
pilu rasa pintu ditutup
hanya salam disambut

Abdul aziz ali
Ipoh perak
20.8.2024

Sebuah Janji Secawan Kopi

Masih jauh menelan janji
laut membadai percikan janji
tertumpah digulung ombak
mana singgahnya tiada yang tahu

Secawan kopi dari semalam masih di meja
harumnya adalah aksara puisi di kertas usang
manisnya diksi di mata pena
terciptakah puisi itu

Puisi adalah
petak- petak kita berpuisi
ladang tempat bersajak
terciptalah luahan hati
itulah janji tertulis di ruang kosong

4.9.2024
Ipoh

Seorang Pemula

Kuatur huruf di tepi bibir
kemudian dicantum menjadi barisan aksara
kueja diksi berkali
tiada menjadi baris puisi

Kuintai di perjauhan
adanya awan berarak
membawa kuntum puisi
siapa memutuskan talinya
terdetik di hati

Ribuan mata membaca
ratusan menulis di ruang muka
diksi dan aksara terlupa
masih mentah untuk di rasa

Kukeliru antara kata dan tulisan
semua adalah kiasan

Teryakinkah ciptaan itu
atau mimpi semalam masih kosong begitu

Akhir kalam kutitik
jangan dipetik
di saat terdetik
kita masih berputik

Abdul aziz ali
Ipoh Perak
11.9.2024

 

Abdul Aziz Ali adalah nama yang dicipta untuk karya. Mendapat pendidikan di Sekolah Men.Sultan Ismail Petra.
Pesara PDRM,mula menulis pada September 2019.
Menghasilkan dua buah buku kumpulan puisi yaitu Suara hati, terbitan Penerbitan Tinta Karya dan Ilham di Muara Terbiar terbitan Penyair Malaysia.

Sajaknya ada tersiar di Akhbar New Sabah Times sebelum ditutup,WilayahKu dan Suara Sarawak, Mingguan Malaysia dan Tukang Puisi

Antologi melibatkan beberapa penerbitan seperti Garha Karya, Kembara Sastera, Penerbitan Tinta Karya, Pemuisi, Gapena, Penyair Malaysia,Jom Sastera, Santai Puisi, Grup Secawan Kopi, Nuha dan penerbitan dari Indonesia dan Brunai
Terlibat dengan program baca puisi mencegah rasuah anjuran Pemuisi Malaysia bersama Kumpulan Karangkraf.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist