POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Bingkai Utama

Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu

Redaksi by Redaksi
Mei 4, 2021
in Bingkai Utama, POTRET Budaya
0

Baca Juga
  • Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu - C5217B76 6A9B 4B6B 884F FB8343BBA8E8 | Bingkai Utama | Potret Online
    Agama
    ULAMA KOK MELANGGAR SYARIAT AGAMA?
    03 Feb 2022
  • Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu - 0a1ce89e 18f0 44b4 96ba 4a77d844b872 | Bingkai Utama | Potret Online
    Cerpen
    Orang Kecil selalu Dikorbankan
    28 Jan 2025

 Oleh Satria Dharma

Betul sekali…! Jangan GR…! Dunia ini tidak butuh dengan iman atau pun kesalehanmu. Dunia ini tidak peduli apakah Anda beriman pada Tuhan atau tidak. Dunia tidak peduli Anda beriman pada Tuhan yang satu atau pada ribuan dewa. Dunia tidak punya urusan dengan itu. Anda yang membutuhkan iman tersebut. Dunia dan bahkan tetanggamu pun tidak. Jadi tolong jangan GR bahwa dunia perlu tahu betapa taatnya Anda pada agama, betapa Anda berpuasa Senin dan Kamis, betapa Anda berdzikir panjang dengan penuh kekhusyukan, betapa Anda salat tahajud setiap malam, berapa juz Alquran yang sudah Anda hafal, berapa kali Anda naik haji dan umrah. Tidak…! Dunia sama sekali tidak membutuhkan itu semua darimu. Yang dunia butuhkan darimu adalah IMPLEMENTASI dari imanmu, BUAH dari imanmu. Yang dunia butuhkan darimu adalah PERBUATAN BAIKMU terhadap sesama. Dunia membutuhkan KEBERMANFAATANMU pada dunia dan pada sesama. Iman dan ritual ibadah pribadimu itu simpan saja rapat-rapat dan tidak perlu Anda tunjukkan pada siapa pun karena tak seorang pun membutuhkannya. ?

Baca Juga
  • 01
    Literasi
    Doa
    29 Mei 2022
  • Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu - 6a0be274 be1e 4269 b906 2de28843e686 | Bingkai Utama | Potret Online
    Apresiasi Sastra
    Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah
    25 Mar 2024

Dunia lebih peduli dan butuh pada senyummu pada anak, istri, dan tetangga ketimbang salat malammu yang banyak rakaat itu. Dunia lebih butuh dan peduli pada kata-kata lembut dan menghiburmu pada orang-orang disekitarmu yang membutuhkan penguatan mental ketimbang dzikirmu yang panjang setelah salat itu. Dunia lebih membutuhkan uluran tanganmu membantu RT membersihkan got dan saluran air di sekitarmu ketimbang hafalan ayatmu. Dunia lebih membutuhkan uang sedekahmu untuk membantu tetangga yang kelaparan ketimbang menghias masjid dengan ornamen baru.

Jadi saya ulangi lagi…

Baca Juga
  • Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu - fff19d2f 4408 4be3 bc0a f4b6b98c1e98 | Bingkai Utama | Potret Online
    POTRET Budaya
    Sehimpun Puisi Delia Rawanita
    18 Sep 2023
  • Dunia Tidak Butuh Kesalehanmu - 05CF49A6 D0B0 4430 90B6 7CE2D48CE8AE | Bingkai Utama | Potret Online
    POTRET Budaya
    Bumi Aceh
    21 Jan 2023

Orang-orang di sekitar kita tidak memerlukan agama atau kesalehan kita. Apakah kita beriman atau tidak, apakah kita melaksanakan sholat atau tidak, sudah haji atau belum, puasa Senin-Kamis atau tidak, sholat tahajud dan ngaji rutin atau tidak, dlsb yang berhubungan dengan ibadah pribadi kita dengan Tuhan itu semua TIDAK DIPERLUKAN oleh teman, tetangga, dan bahkan keluarga terdekat kita sekali pun. It has nothing to do with them. Apa yang mereka butuhkan dari kita adalah SIKAP, PRILAKU, DAN TINDAKAN kita yang mencerminkan buah dari iman kita.

Jadi saya rasa kita tidak perlu menunjukkan kepada siapa pun seberapa saleh kita pada Tuhan. Jika bisa rahasiakan hubungan istimewa Anda denganNya karena kadang atau bahkan seringkali terbersit keinginan kita untuk menunjuk-nunjukkan kesalehan kita padahal itu samasekali tidak dibutuhkan oleh orang lain dan justru akan menggugurkan kedekatan kita pada Tuhan. Gak penting amat…! Sebaliknya, kita justru harus menunjukkan sikap, prilaku, dan tindakan kita yang islami dan berlandaskan akhlaqul karimah pada orang-orang di sekitar kita. Itu yang mereka butuhkan dari kita. Anak, istri, keluarga, teman, tetangga, dan siapa saja yang kita temui perlu mendapatkan manisnya BUAH IMAN kita. Iman itu seharusnya sesuatu yang Anda yakini, sampaikan, dan lakukan. Jadi jika Anda selalu berbuat baik pada orang lain (tidak peduli beragama apa pun Anda atau bahkan tidak beragama sekali pun) maka itu berarti Anda mengimani perbuatan baik bagi orang lain. Sebaliknya, jika Anda selalu melontarkan kebencian pada orang-orang tertentu maka sebenarnya itulah yang Anda imani. Anda percaya bahwa itulah yang baik menurut Anda. Seperti kata Gus Dur, “Jika engkau berbuat baik maka orang tidak akan bertanya apa agamamu.” Seperti sabda Nabi, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lain)”. Sebaliknya Islam sangat mencela seseorang yang berbuat keburukan terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Hai Aisyah, sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang dihindari oleh manusia karena takut kejelekannya.” (HR Muslim, hadits no 4693). Dalam hadits tersebut Nabi SAW mengkategorikan orang yang dihindari orang lain karena kekejiannya sebagai manusia yang paling buruk. Artinya, orang yang tidak peduli terhadap orang lain, bersikap negatif dan berperangai buruk terhadap orang lain merupakan manusia terburuk di muka bumi, meskipun ia adalah ahli salat dan suka beribadah mahdhah.

Jadi simpan saja agama dan kesalehanmu untuk dirimu sendiri tapi bagikanlah buah dan keindahan dari keimananmu pada semua orang di sekitarmu. ?

Surabaya, 4 Mei 2021

Satria Dharma

Previous Post

Kesombongan

Next Post

PC IMM Aceh Besar Hadirkan Kembali Kegiatan Diksuswati

Next Post

PC IMM Aceh Besar Hadirkan Kembali Kegiatan Diksuswati

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah