POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

GADIS YANG RENDAH HATI

RedaksiOleh Redaksi
September 19, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Nurwahdiah
Kelas IX A SMP Negeri 3 Bandar Dua, Ule Glee, Pidie Jaya
            Cerita ini diangkat dari seorang gadis yang bernama Wulan. Wulan adalah seorang gadis yang mempunyai sifat rendah hati. Teman-teman sekolahnya sangat suka berteman dengannya. Jika ada temannya yang meminta pertolongan, Wulan selalu siap membantu. Wulan   juga termasuk anak yang pandai di sekolahnya. Prestasi belajarnya sering membuat Wulan diminta untuk mewakili sekolah pada perlombaan-perlombaan, satu lagi kelebihan yang dimiliki oleh Wulan adalah dia pandai menghafal  ayat-ayat suci al-Quran.
            Ayah dan ibu Wulan sangat menyayangi putri tunggalnya itu. Meskipun tidak mempunyai saudara di rumah, Wulan tidak pernah manja. Kakek dan nenek Wulan yang tinggal di luar kota sering mengunjunginya untuk melepas rindu dengan cucu kebanggaannya itu. Sekaligus juga untuk menemani Wulan di rumah.
            Minggu depan Wulan harus pindah tempat tinggal ke kota lain. Ayahnya mendapat tugas untuk menjabat  sebagai kepala kantor baru oleh atasannya. Wulan merasa sedih sekali karena harus berpisah dengan teman-temannya. Wulan mempunyai banyak teman dan sahabat di sini. Dia tidak pernah membeda-bedakan  dalam memilih teman, kaya ataupun miskin semua dijadikan teman olehnya. Bahkan, Satpam sekolah dan tukang becak pun sangat akrab dengan Wulan.
            Jika waktunya berangkat sekolah, pak Rafiq tukang becak langganannya itu selalu siap mengantar dan menjemputnya ke sekolah. Setiba di sekolah, orang yang pertama disapa Wulan adalah pak Herman, Satpam sekolah.
            “Ahh… aku pasti akan kehilangan mereka semua”, keluh Wulan yang tidak mau berpisah dengan sahabat, teman dan guru-gurunya di sekolah. Dian dan Lala yang menjadi sahabat Wulan sejak taman kanak-kanak adalah orang pertama yang diberitahu akan kepindahannya ke kota lain.
            Sahabat Wulan ini sangat sedih mendengar ceritanya, bahkan Dian sampai meneteskan air mata  karena sahabat yang selalu rendah hati ini harus pergi meninggalkannya. Itu artinya, tidak akan ada lagi Wulan yang selalu ceria dan mau membantunya  jika dia mengalami kesulitan dalam belajar. “Wulan, kapan kamu akan berangkat?” tanya Lala dengan nada sedih. “Mungkin tiga hari lagi La, menunggu ayahku menyelesaikan dulu pekerjaan kantornya”, jawab Wulan“. “Nanti jika kita sudah berpisah, kamu tidak akan melupakan kita kan, Lan?” tanya Dian sambil terisak, “insya Allah aku akan selalu  mengingat kalian sahabat-sahabatku yang paling baik”, jelas Wulan pelan. Ketiga sahabat itu berpelukan dan berjanji untuk saling menjaga persahabatan yang telah lama mereka jalin.
            Tidak hanya sahabat Wulan yang merasa sedih, teman dan guru-gurunya di sekolah ikut merasa kehilangan. Bapak dan Ibu guru berpesan kepadanya untuk menjaga diri baik-baik dan tetap bersikap rendah hati kepada semua orang. Pak Rafiq dan pak Herman juga memberi pesan yang sama kepada Wulan, sementara itu teman-teman Wulan memberikan sebuah foto mereka bersama sebagai kenang-kenangan akan masa-masa indah yang telah mereka lalui bersama. 
Hari keberangkatan pun telah tiba, ayah dan ibu Wulan memasuki barang-barang ke dalam mobil. Seluruh tetangga dan teman-teman Wulan berkumpul di rumahnya untuk mengucapkan salam perpisahan, wulan tidak kuasa menahan tangisnya. Namun, dia harus tetap tabah karena suatu hari nanti pasti  dia akan bertemu kembali dengan sahabat dan teman-temannya.
            Dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa rendah hati merupakan suatu bentuk perbuatan yang menunjukkan penghargaan kepada orang lain, sehingga ia mudah membantu orang lain yang membutuhkan. Dan mulailah dengan tidak membedakan dalam memilih teman, dan bantulah teman yang meminta pertolongan. Kapan saja dan di mana saja, kita harus rendah hati terutama kepada keluarga dan orang-orang di sekeliling kita. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Nyala Nan Hampir Padam

Mengenal Tito Karnavian yang Memutasi Empat Pulau ke Sumut

Abu Syech Mud; Syekhul Masyayikh Ulama Dayah Aceh Periode Awal. 

Aceh, Perempuan dan Golput

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

SEKOLAH FAVORITKU

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00