
Oleh Zab Bransah Langsa Aceh Indonesia Jiwa ini kerinduan bersemayam kisah antara dua batas selat Malaka antara Kuala Langsa Tiap...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Breaking Reza Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna? Wahai lelaki, mengapa kau...
Baca SelengkapnyaDetails*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.* *Jika dikenang,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis air? Sawah...
Baca SelengkapnyaDetailsZulkifli Abdy Catatan harian ku akan berakhir Seiring tahun akan berganti 2022 akan segera pergi 2023 telah menanti Pandemi...
Baca SelengkapnyaDetailsKopi, Mawar Tidurlah, mawar malam hanya sebentar jika lena. Esok terjaga hari cepat sekali, pagi. Bahkan, mimpi bergegas pergi. Aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah ditinggal kelana...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis ( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami) Sambil kau berlari-lari Kau mengikuti Mengejar ayah pergi...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Zulkifli Abdy Gempa.., oh gempa dahsyat sekali bumi tiba-tiba berguncang Tsunami.., oh tsunami ngeri sekali ombak gulung-gemulung Gempa Aceh..,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Sejenak kutertegun.., Tiba-tiba saja orang-orang mulai berbenah Hari berganti bulan dan bulan pun berbilang dua belas Semuanya...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com