Oleh Breaking Reza Wahai lelaki, kenapa menangis tersedu seperti itu? Bukankah ayah telah memberi pesan bermakna? Wahai lelaki, mengapa kau...
Read moreDetails*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.* *Jika dikenang,...
Read moreDetailsOleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis air? Sawah...
Read moreDetailsZulkifli Abdy Catatan harian ku akan berakhir Seiring tahun akan berganti 2022 akan segera pergi 2023 telah menanti Pandemi...
Read moreDetailsKopi, Mawar Tidurlah, mawar malam hanya sebentar jika lena. Esok terjaga hari cepat sekali, pagi. Bahkan, mimpi bergegas pergi. Aku...
Read moreDetailsOleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah ditinggal kelana...
Read moreDetailsOleh Tabrani Yunis ( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami) Sambil kau berlari-lari Kau mengikuti Mengejar ayah pergi...
Read moreDetailsPuisi Zulkifli Abdy Gempa.., oh gempa dahsyat sekali bumi tiba-tiba berguncang Tsunami.., oh tsunami ngeri sekali ombak gulung-gemulung Gempa Aceh..,...
Read moreDetailsOleh Zulkifli Abdy Sejenak kutertegun.., Tiba-tiba saja orang-orang mulai berbenah Hari berganti bulan dan bulan pun berbilang dua belas Semuanya...
Read moreDetailsRindu Ibu Delia Rawanita Besok pertemuan kita,bu Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya Selamanya Pagi itu aku bersama ibu Kita...
Read moreDetails