Serumpun Puisi D. Kemalawati

Januari 2023
Oleh: Redaksi

PESAN UNTUK ANAKKU
D Kemalawati

Anakku, jika seseorang bersalah padamu
Entah disengaja entah tidak
Maka perlakukan ia seperti ibu
Memperlakukanmu saat engkau salah
Maafkan dan lupakan

Anakku, jika seseorang menyinggung perasaanmu
Entah disengaja entah tidak
Maka perlakukan ia seperti ibu
Memperlakukanmu saat engkau menyinggung
Perasaan ibu
Maafkan dan lupakan

Anakku, jika seseorang membencimu
Ada dan tanpa sebab
Maka perlakukan ia seperti ibu
Memperlakukanmu saat engkau membenci ibu
Maafkan dan lupakan

Anakku, dalam singkatnya waktu bertemu
Siapapun yang sedang bersamamu
Perlakukan ia seperti ibu memperlakukanmu
Sayangi dan berilah ia kehangatan
Jangan pernah melukai hatinya
Dengan kata-kata maupun perbuatan

Anakku, jika ada sedikit dendam di hatimu
Buanglah ia jauh-jauh
Karena dendam itu akan menjadi srigala
Buas mencari mangsa

Biarkan ia di hutan, rimba raya
Memangsa yang bukan manusia

Anakku, jika ada sedikit dengki dalam hatimu
Buanglah jauh jauh
Karena dengki itu akan menjadi ular
Racunnya menuba tubuh
Biarkan ia di selokan kumuh
Kuyub bersama tikus tikus

Anakku, hidup bukan hanya memburu piala
Tak selamanya harus juara
Selama masih ada cinta dan doa ibumu
Hidupmu pasti dalam ridhaNya

Banda Aceh, 25 Juli 2022

Puisi Ku Penyair Ku
D Kemalawati

I
Di perjalanan aku bertemu puisiku duduk sendiri di tepi jalan
Ia begitu kurus, pucat dan matanya kehilangan cahaya
Sepertinya ia buta
Aku berhenti, menyapanya hati-hati
Kuingin ia bersuara setidaknya ia bertanya aku siapa
Dari tatapannya yang hampa
Kutahu, ia tak ingin disapa ditanya
Dikasihani karena tak berdaya

II
Saat aku linglung tak tahu siapa diriku
Aku bertemu penyair yang menuliskanku
Ia berjalan diantara debu
Ia seakan melayang ringan
Seperti daun kering ditiup angin petang
Aku coba menghentikan langkahnya
Memperkenalkan diriku
Kata-kata yang dulu selalu diagungkan
Didengungkan dengan penuh penghayatan
Akulah puisimu yang kini amnesia
Limbung dalam pengap sastra
Penyair, sungguh aku tak ingin kalah

III
Dalam perjalanan
Puisi tak membutuhkan penyair untuk menuntunnya, memberi gizi tubuhnya
Mengobati buta matanya
Dan Penyair, setelah puisinya ngembara ia hanya geming yang nyelinap sungsang
Tak mengubah makna

Banda Aceh, Juli 2022

BEGITU SINGKAT
D Kemalawati

Seperti mengetuk huruf- huruf
Di tust yang patuh
Kita menulis nasib
Menjadi demikian jernih

Hidup tak lebih hingga jemari
Berhenti mengetuk
Layar segera padam
Kata-kata lenyap
Begitu singkat

Banda Aceh, 21 Juli 2015

D Kemalawati, lahir dan besar di Aceh Barat Provinsi Aceh. Menari dan bermain teater sudah dilakoni sejak kecil termasuk menulis puisi. Saat kuliah di Banda Aceh mulai aktif mempublikasi karya baik puisi maupun cerpen di media kampus dan lokal. Sarjana pendidikan matematika yang akhirnya beralih profesi dari guru ke struktural di Pemerintah Aceh ini pernah beberapa kali menerima penghargaan di bidang sastra dan kebudayaan. Penyair Indonesia ini telah menerbitkan tiga antologi puisi tunggal dan bergabung dibanyak antologi puisi bersama dalam dan luar negeri.[]

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist