POTRET Budaya

Siluet Jiwa

Juni 2024
Oleh: Redaksi

Oleh Alkhair Aljohore

Di tengah keramaian dunia
yang serba cepat
Ada jiwa yang kikir
dan terpinggirkan
Mereka terjerat dalam ketamakan dan keserakahan
Tak menyadari akan bahaya yang membayangi

Mereka terobsesi dengan
harta dan kekayaan
Mengabaikan manusia lain dalam keterpurukan
Biji-bijian kebaikan yang jatuh
di sepanjang jalan
Diinjak-injak tanpa belas kasihan

Mereka lupa bahwa kita hidup dalam komuniti
Manusia tak bisa hidup sendiri
Saling bahu-membahu
saling membantu
Itulah yang menjadikan kita manusia yang sebenarnya

Jiwa yang kikir dan tersingkir lupa pada nilai-nilai
Cinta, perdamaian, dan penolakan terhadap kejahatan
Mereka terlena dalam materi yang sementara
Mengabaikan keindahan hidup yang sesungguhnya

Ingatlah, wahai jiwa
yang kikir dan tersingkir
Kejayaan dunia hanya sementara
Harta tak bisa dibawa saat
kita tiada
Yang akan abadi hanyalah amal kebaikan yang kita lakoni

Jom kita bangun jiwa
yang terpinggirkan
Bersatu tangan membantu
tanpa pamrih
Bijaklah dalam meraih
kekayaan dunia
Agar tidak terseret dalam ketamakan yang menghancurkan

Jadilah jiwa yang terang
dan baik hati
Bersyukur dengan apa yang telah kita terima
Berbagi kebahagiaan
dengan sesama
Dan hidup dengan penuh kebahagiaan sejati

Sajak ini
menyerukan kepada jiwa-jiwa yang kikir dan tersingkir
Agar bangun dari kelalaian dan berubah demi kebaikan
Karena hidup adalah anugerah yang harus kita hargai
Jangan biarkan diri kita menjadi jiwa yang terpinggirkan.

Alkhair Aljohore@
Johor, Malaysia
6.6.24

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir