Tanpa Jeda
Untuk Suami Tercinta Oleh, Lina Zulaini Kamu, orang asing yang kutemui beberapa saat lalu. Memilihku jadi bagian...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Untuk Suami Tercinta Oleh, Lina Zulaini Kamu, orang asing yang kutemui beberapa saat lalu. Memilihku jadi bagian...
(Puisi Di Perjalanan) *Khayalis : Syamsuarni Setia Pahit di sudut bibir Ditelan susah dibuang sayang Biar...
Oleh Muhammad Nazar Mhs. Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Mulai...
Nana Aprilya Siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta, Juli, Bireun, Aceh Ketika tirai mulai terbuka Sang surya menampakkan sinarnya Kulihat segenap harapan jiwa Impikan hayalan menjadi nyata Kususuri jalan setapak Tak lebar namun menggairahkan Walau banyak rintangan...
SURAT UNTUK DUA DARA SATU AGAM (Untuk Tiga Buah Hati) Kurebahkan sukma dengan balutan jasad yang mulai...
(Khayalis: Syam S) Ada harapan yang asyik diam-diam muncul Ketika kurengkuh dayung bidukku hari ini Melepas...
Oleh Tabrani Yunis Perempuan itu terengah-engah Melahirkan bait-bait puisi di tanah basah Ditariknya garis lurus mengikuti panah Semua...
Oleh Nova Julia Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN-Ar-Raniry, Banda Aceh 4+Tanpa terasa kau...
Oleh Tabrani Yunis ihat Tatap lumat dalam-dalam Pejamkan mata sejenak Rasakan senyum mengulum suka, ceria dan gembira...