MUTIARA KELANA
Oleh: Mardiana Guru MIN 5 Kota Banda Aceh Mutiara kelana….. Di ufuk timur matamu mulai pecah memerah menyelinap muncul...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Mardiana Guru MIN 5 Kota Banda Aceh Mutiara kelana….. Di ufuk timur matamu mulai pecah memerah menyelinap muncul...
Oleh Faizan Nubza Sambut sebuah hari dalam kerinduan yang telah menepi ke sebuah kalbu Rasanya kerinduan itu enggan berlayar ke...
Oleh Maulida Kelas XIII SMA Negeri 2 Sampoiniet, Aceh Jaya Akhir dari sebuah cerita Pilu, lara tenggelam...
Oleh Tabrani Yunis Dari titik ada bersua di ujung senggama asal mula manusia Allah meniupkan ruh dalam jiwa...
Oleh Tabrani Yunis Gelegar – gelegar suara Berselimut gundah para penjaga raja Seperti memelas bela mengambil muka penguasa...
Oleh Martha Redyana Baba Saling melemparkan gurauan di besi pembawa berita Hari itu tidak seperti biasanya Kami tidak...
KAU PUISIKU Kepada Pemilik hati Setelah kejadian itu jiwaku menjadi puisi. Puisi-puisi telah menyerupai kepala,wajah juga tangan dan...
Oleh: Aisah Nurul Fadila Hari itu, langit juga meratapSeolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka Semuanya terjadi tanpa...
Oleh Lina Zulaini Bukan hanya raga.Tapi hatiku mulai dipesiang masa.Namun, aku masih tersungkur di bangku pertama kita bertemu. “Hatiku hanya...