Selasa, April 21, 2026

Serumpun Puisi Heza Hara

Oktober 2021
Oleh: Redaksi

 BUKAN PINISI

Oleh: HEZA HARA

Bengkalis

 

Biduk kecil dipenuhi keinginan besar

Tanganku mendayung tertatih di samudera luas

Terbentang tiada bertepi bak langit biru

Kuarungi hingga ujung kelabu

Samar-samar kutatap pada suluh redup

terasa lelah, sendiri dan sunyi

Ombak menghantam setiap dinding keinginan, begitu kuat hingga memecahkan lautan tangis

Hingga biduk oleng tanpa bisa kuraih

Camar bernyanyi di atas sana

Mengepak-ngepakkan sayap seakan menyemangati atma yang terjangkit putus asa

Embusan angin tak terasa meski badai menghantam satu-persatu asa

Semakin kujauh, ombak semakin bengis

Menerjang kayu-kayu lapuk bak raga kian ringkih

Membuat lubang kecil yang menganga

Tanganku sibuk menutupi namun air masuk dengan tenang

Perahuku tenggelam ketika harapan masih mengapung di lautan

Dan khayalan telah sampai di seberang

Duri, 14 Agustus 2021


RINDU TERHALANG PUSARA

Oleh :HEZA HARA

Ayah…

Tanah ini basah air mata

Tetes demi tetesnya menyirami

Bulir-bulir air jatuh bersama kerinduan

Berhamburan keluar dari dada

Bersorak-sorai segala rasa ingin berjumpa

Dirimu telah lama pulang

Rumah yang tak bisa ku datang

Namun rindu ini mengusik, mengalun bak musik sendu

Melarutkan dalam suatu masa

Namun kita tak lagi sama

Kurindu tangan kokoh tempat berayun

Kurindu tangan lembut mengusap peluh

Namun kini, tinggal kenangan

Engkau yang jauh di sana

Tak bisa kulihat raga

Hanya mampu menabur bunga di pusara

Wajah senja nan bersahaja

jejak langkahmu tertinggal di hati

Tidak mau pergi, tak kembali

Kala semua terasa manis

Namun pahit kukecap kini

Tanpamu di sini

Duri, 21 Agustus 2021

TUHAN AKU LELAH

KARYA: HEZA HARA

Perih mendera tanpa jeda

Waktu mengingatkan pada koda

Namun maya tak pernah alfa

Segala nyata ada di sana

Meski tak teraih dan terjamah

Hari-hari habis sia-sia

Mencari pujian di rimba hati

Angkuh mulai menjalar hebat

Namun lupa akan akhirat

Hingga langkah tak lagi lurus

Berbelok pada bisik melesap

Hinggaku berkelana di ruang sunyi

Orang-orang lalu lalang di jalanan

namun keramaian tak singgah

Hanya berlalu dan pergi

Ajakan-Mu, kuanggap propaganda

Hingga kesibukan membuat terlena

lelah membungkus hati nan gelisah

Bagaimana mungkin beharap nirwana?

-Tanganmu sibuk mengunci surga-

Duri, 3 September 2021

HATI YANG RESAH

Oleh: HEZA HARA

Wahai hati

Berpulanglah pada diri

Jangan mengembara lagi

Menetaplah di sini

Karena yang kau cari

Tak pernah menghampiri

Dekaplah nyata

Dalam palung dada

Hingga tenggelam bersama air mata

Mengucur keresahan larut dalam sesal

Hingga nyata lebih dari segalanya

Untuk apa mengharapkan bulan

Indahnya hanya pandangan

Menyinari malam yang temaram

Tak kunjung digenggaman

Duri, 7 September 2021

KEANGKUHAN

Karya : Heza Hara

Aku langit biru yang membentang luas

Melihat awan mengawasi angin

Berharap badai keangkuhan tak turunkan hujan hari ini

Aku ingin mentari tetap terik mengalahkan kesombongan

Meski di sana kumelihat hadirmu

Seraut begis terpancar di wajahmu

yang tiada hargai setiap orang, seperti recehan di selokan

Impianku adalah lelucon bagimu

Kukirimkan doa hingga langit ke-tujuh

Berharap Tuhan berbisik padamu : di atas langit masih ada langit

Aku langit -merindu bumi yang ramah-

Bukan penuh kesombongan memuntahkan lava keangkuhan

Meluluhlantakan kasih sayang

Menyisakan kebencian

Duri, 12 September 2021

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist