Senin, April 20, 2026

Senerai Puisi Mohd. Adid AB Rahman

November 2021
Oleh: Redaksi

 



MENGGENGGAM WAKTU

 

Jika waktu bukan cintaku niscaya punah

serupa pecahnya buih-buih di tepian

dan aku terpelanting ke lembah kerugian

 

Aku pilih memaknai setiap detik berlalu

sebab sekali terlepas tak mungkin terambil

seperti barang yang jatuh dari tangan

lalu rasakan hidup berlalu dengan sia-sia

samalah perjalanan yang tiada tujuan

akibat kepala tersumbat dengan debu-debu

 

Waktu selalu mengingatkan tentang usia

musim dan perubahan

kenangan dan harapan

tak lupa membentangkan peluang-peluang

maka rebutlah kerana esok belum tentu kita ada nafas

jangan ada ruang tunggu dulu

bukankah setiap yang berakal inginkan kejayaan

akan tercapai bagi yang bersungguh-sungguh

menggenggam waktu

 

karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

MELAKA, MALAYSIA

15 NOV 2021


 

 

KEBENARAN

 

Kebenaran yang kaubawa membuatku lupa

tentang perjalanan usia yang sia-sia

menghabiskan masa bermain-main dengan nafsu

setiap ucapannya begitu manis

banyak orang terpukau oleh tarian lidahnya

 

Kini diri berada di landasan 

tak ingin tergelincir seperti semalam

sehingga aku kehilangan bau tradisi dan rupa sebenar

terlekat debu-debu dan bercak luka

kerana terpengaruh pelbagai aliran 

yang semuanya menawarkan kesejahteraan

tapi fatamorgana selalu muncul di musim panas

sehingga aku terkeliru dan tertipu

 

Kupegang sungguh-sungguh kebenaran

menyuluh aku hingga di mana akhir langkah

 

Karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

MELAKA, MALAYSIA

16 NOV 2021


 

 

AKU SEGERA SUJUD DI SEPERTIGA MALAM

 

Malam berbalut sepi seperti jenazah siap terkafan rapi

bulan di langit memberi tatapan kosong 

berwajah pucat perempuan kehilangan suami 

direnggut Covid19

masa depan yang penuh jerebu sedang menunggu

mampukah ditempuhi?

 

Kelengangan yang terbentang selalu mengutuskan kenangan

batin kembali diradangkan suram seperti mencari jawaban

apa sebab kau yang bersinar tiba-tiba padam, sekadar menduga

atau bermula dari dendam?

kadang-kadang rindu yang datang dan aku tak mampu menghalang

pada kampung, ibu dan sekuntum kembang mawar

apa khabar?  

 

Aku segera sujud di sepertiga malam

biar segala gelombang di dada

bertukar alunan paling tenang

 

Karya,

MOHD ADID AB RAHMAN

JB5472 JLN 6, TAMAN JUS PERDANA,

77500 SELANDAR, MELAKA

16 NOV 2021

 

 

Tenting Penulis

Mohd. Adid Ab. Rahman. Asal Kota Bharu Kelantan. Sekarang bermukim di Selandar, Melaka dan Mengajar di SMK Iskandar Shah, Jasin, Melaka Malaysia. Pernah menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam jurusan Dakwah.

Antologi bersama: Antologi Puisi ‘Suara Kita Seribu Sajak Merdeka’ (2009), Antologi

‘Tanduo Oh Tanduo’ (2013), Antologi ‘Belati Cinta Zulaikha’ (2003) ‘Kebentangkan Sehelai Peta’ (2014) menjadi teks KOMSAS SPM, Ýang Satu (2019).Suara Dari Jiwa (2019) Gumpalan dari Jiwa (2019) Terima Kasih Tuhan (2019) Merentas Sempadan (2020) Ruang Bicara (2020) Angin Rindu (Gapadu 2020), Hujan Kata (KembaraSastera 2020), Ramadhan Kareem (Tinta Karya 2020) Antologi Klate Di Hati (GEMA 2020)Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK2020) Citra Yang Tak Padam (Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021)dan lain-lain.

Sekarang menjadi ahli Ikatan Persurat Melayu Melaka (IPM) . Karya pernah tersiar di Dewan Sastera, Solusi Majalah Pendidik, Sinar Harian, Berita Harian,Harakah,Mingguan Malaysia.  

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist