Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Rindu Ibu Delia Rawanita Besok pertemuan kita,bu Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya Selamanya Pagi itu aku bersama ibu Kita...
Oleh Zulkifli Abdy Entah mengapa.., Tiba-tiba sadja akoe teringat sesoeatoe jang telah lama sekali berlaloe Sehingga akoe merasa perloe menoelisnja...
Mustiar Ar ------------------ MEULABOH 1 Sisa kupi semalam Membisikan jiwa Napas tersengal Saat dirimu, ucapkan " rawat aku dengan...
NAMA PENGKARYA : GURU KIDAL ( I ) aku duduk di rerali jendela mengait sembilan belas kuntum tulip merah...
Potretonline.com- Idi (Irfan)-Dalam perjalanan sejarah perkembangan Islam di Nusantara, bahkan dunia, Aceh telah menunjukkan identitas keislamannya. Ulama sekaligus sastrawan...
Karya Zulkifli Abdy Pintu senja baru saja tersingkap Tatkala lidah api menjilati dinding kering Laksana menadah hangatnya mentari senja...
Kenikmatan Kopi Berasal daripada Rasa Pahitnya - Zab Bransah, Sajak ke - 5 Yang indah-indah itu, pada alam datang dari...
Oleh Zulkifli Abdy Buat Seorang Ilham Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat Karena di sana pada suatu...
Oleh Tabrani Yunis Di celah dahan Pada pohon dengan cabang dua belah Ada celah Mengintip wajah indah Ciptaan Allah Dari...
© 2026 potretonline.com