Puisi-Puisi Muzamir Abd Hamid
AKU MASIH ADA ANTARA RAKYAT JELATA Karya, Muzamir Abd Hamid Aku masih ada antara rakyat jelata. Aku masih...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
AKU MASIH ADA ANTARA RAKYAT JELATA Karya, Muzamir Abd Hamid Aku masih ada antara rakyat jelata. Aku masih...
JIWA YANG TERDALAM Hati batinku begitu rapuh dan suci Dipenuhi dengan harapan dan impian yang berkekalan Mendambakan cinta,...
Aku berjalan di jalanan Seringkali melihat apa yang terjadi Orang berlalu lalang bersama kisahnya Kisah yang kurangkap...
L K Ara Ibu Inilah saat setiap kubaca Baris kaligrafi memercik cahaya Menghalau kabut Yang menumpuk Dalam...
Oleh : Zab Bransah Hari ini janji dari penjanjian empat puluh empat hari pada perjanjian Untuk oksigen pada...
Oleh Tabrani Yunis Kembalikan malam pada malam Biarkan gelap menggumpal dan kelam Biarkan bulan menebarkan senyum Agar malam...
Di Ujung Pematang Di ujung pematang engkau menyapaku… Di ujung …kau memangkilku… Putih di antara burung pipit Beterbangan...
Jauh sebelum hari ini Kita adalah sepasang mimpi yang memiliki tujuan sama Hingga pada akhirnya, Janji-janji yang...