Pembebas
Oleh Nita Juniarti Aku mencintamu dengan kecemasan sekat dada yang kosong, Sanggupkah kau tahu, seperti Aku yang...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Nita Juniarti Aku mencintamu dengan kecemasan sekat dada yang kosong, Sanggupkah kau tahu, seperti Aku yang...
Oleh: Indra Mardiani Guru MIN 11 Banda Aceh Jalan setapak makam Teuku Nyak Arief Diantara ruang terangnya mentari...
SUATU BICARA Saban hari setiap detik suatu masa aturan Allah jua setiap makhluk atas Kehendak-Nya Hujung minggu ada...
JEJAK BANGAU PUTIH Zab Bransah Bangau putih itu sudah lama tinggal di sini Mendiami tanah moyang Sebelum...
Oleh Izzat Isa Laluan panjang ini memberitahu kita titik nilai pendoman dan perjalanan masa tidak mendedahkan luka...
DUA DI ANTARA KITA (untuk yang berjuang) Oleh Izzat Isa Kita yang mengungkapkan setia senantiasa...
Oleh Zulkifli Abdy Lewat jendela malam Kulihat mereka menangis Mayat-mayat bergelimpangan Roket-roket pemusnah menghunjam Bumi Gaza dan...
Mustiar Ar : TANAH GAZA Tanahnya bersimbah darah para syuhada Yang meneriakan takbir Doa perisai melawan zionis merajai...
Umat begitu ghairah antusias dan cemas berhimpun rakan dan sahabat di stadium, di dewan, di padang dan...