Puisiku Tumpul
* Zab Bransah. ( Langsa Aceh) Kutulis lagi makna petang ini Kucatat lagi kisah ini Maka puisiku...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
* Zab Bransah. ( Langsa Aceh) Kutulis lagi makna petang ini Kucatat lagi kisah ini Maka puisiku...
TEROMPAH IBU Delia Rawanita Bu Maafkan bila baru hari ini aku menyampaikannya Padahal aku berjanji untuk menyimpan dalam...
Oleh Zulkifli Abdy Di ketinggian tiga puluh ribu kaki Aku bersaksi atas keagungan Mu Semburat mentari menyapa pagi...
Oleh Tabrani Yunis Cermin malam Menatap wajah-wajah buram Nan berselimut kelam Dalam debu jerabu hitam Wajah-wajah pualam tampak...
SECANGKIR KOPI Tatkala terjaga di malam sunyi secangkir kopi itu telah basi Yang tersisa hanya ilusi tentang sebuah...
Oleh Alkhair Aljohore Jangan merasa lebih suci dari yang lain Tidak ada manusia yang sempurna dalam rajutan hidup...
Oleh Tabrani Yunis Aku tengah mengarungi lautan waktu Hijrah meniti titian -titian nadi yang berliku landai, berbukit, terjal...
Oleh Savitri Jumiati Dari plasma dan embriomu Indung telur menyelaputi darah dan nafasku Merubah bentuk tubuh menjadi...
Oleh Tabrani Yunis Di langit dijunjung Berarak mendung Dihiasi nyanyian burung-burung Kala pagi datang berkunjung Di langit...