Puisi Muhibbul Jamil
Gerik Pintu Bambu Pada suatu pagi Aku berjalan jalan Hingga ke lorong -lorong sepi Kedengar dan kulihat...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Gerik Pintu Bambu Pada suatu pagi Aku berjalan jalan Hingga ke lorong -lorong sepi Kedengar dan kulihat...
Mustiar Ar DOA SEORANG PELACUR Seorang perempuan muda Di hempas terik Pada jalan mendaki Mimpinya sekerat rupiah Bagi...
BISIK ALAM Angin bertiup Awan berarak dalam keheningan Hujan rintik bercucuran memberi kenikmatan Fa bi aiyyi ala irabbikuma...
DIAM Waktu menguji dengan perpisahan jarak menguji dengan rindu air mata adalah hujan ikhlas jatuh di dada jika...
Oleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum...
DI SUATU TEMPAT Ali surakhman ts Di laut-Mu aku bukan apa-apa Di daratan-Mu aku hanya kepingan belaka Di...
Oh Zulia. Kurindu dikau Sesaat entah terminal mana singgah Aku lupa entah berapa Zulia pernah kusinggah Hanya cinta...
Mustiar Ar ATJEH Tanah air mata Merahkan sungai Pada kehidupan religi Tanah air Atjeh di pusar jaman Perseteruan...
Oleh Tabrani Yunis Dari hamparan sawah luas terbentang Nyanyian pilu padi bunting Senandungkan lagu tanah kering Diikuti...