Musim Luruh Membisik Kata-kata
Oleh Rosli K Matari dalam angin, kudengar musim luruh membisik kata-kata, bergetar rawan dan luluh “hidup ini, sekadar...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Rosli K Matari dalam angin, kudengar musim luruh membisik kata-kata, bergetar rawan dan luluh “hidup ini, sekadar...
Israeled kau teguk kopimu jangan sentuh kopiku tangan kau kotor, seperti israeled cawanku bukan cawanmu nantiku muntah dalam...
Sebelum Haul Kiai Tidjani Rindu itu bertamu lagi Betapa rimbun pohon ketabahanmu, Kiai Segala kau maknai sebagai cinta...
kau bertanya sedang kau tahu jawapannya jika kemaafan dipinta apa kedudukan dalam agama, sekadar menduga? kau bertanya...
Oleh Mohd. Adid Ab. Rahman Berdomisili di Melaka, Malaysia Di bawah depangan sayap musim nyaman duduk bersama...
DATANG Oleh Zab Bransah Menanti. Dirimu Di awal pertama Semua melaksanakan tugas menjalankan kewajiban penyembahan Pada cinta Untuk...
Oleh Oui Bin Sal Tanah Merah, Malaysia Bila akar-akar mula berserabut pembangkang keluar dewan sepakat apa...
Mustiar Ar : MEKAR DI TAMAN NUSA Damai itu semisal bunga Mekar di taman nusa Yang disiram rindu,...
Oleh Tabrani Yunis Aku adalah raja Pwmuja tahta penguasa pemburu harta pencinta dunia Kaya raya haus kuasa...