Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

966 artikel Diperbarui: 07 Juni 2026
Filter: Terbaru Terpopuler Pilihan Editor

Tertinggal

Oleh Muhrain   ada yang tertinggal tapi bukan pikiran namun harapan harapan membuat manusia berani melintasi ceruk terjal...

POTRET Budaya

Pancaroba

Oleh Tabrani Yunis   Dik, Musim pancaroba itu tlah menerpa Sawah dan padang bagai savana Kekeringan mulai melanda...

KALA

Oleh: Muhrain kadangkala kita ingin tertawa tapi masihkah tertawa diperlukan ketika perut melilit lapar dahaga? remah roti jatuh...

Selepas Hujan

Selepas Hujan Oleh Mohammad Adid AB Rahman Pelangi turun dari persembunyiannya selepas hujan bangga mempertoton warna-warna bahasa indah...

Kalah

  Oleh Muhrain kita sering terbiasa dikalahkan meski bukan karena kalah sebenar jatuh dan bangkit menuju hari esok...

Rantai Doa

Oleh Zab Bransah. – Langsa Aceh Kubersujud di atas sajadah cinta bagiNya Melalui hamba setiap tugas lima waktu...

Bulan (2)

anto narasoma *BULAN (2)* bulan, kucairkan doa ini pada cahaya purnamamu yang berjenjang menatap kekeruhan di hatiku sebab,...

POTRET Budaya

Senerai Puisi Nur Fauzi, S.pd

Buluh Bambu Karya : Nur Fauzi, S.Pd Bumi ringkih menjadi saksi Jejak semangat anak negeri Jiwa pengabdi bangga...