Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
SURAT DARI HULU (71) Tak ada yang terfahami Dari gerak semu dan laju keakuan Seperti katamu elegan dan fantastis...
Mustiar Ar : REMPANG AIR MATA LUKA Suaraku hampa Di deru gas ie mata Tumbang Di tanah juang :: wira...
AKU MASIH ADA ANTARA RAKYAT JELATA Karya, Muzamir Abd Hamid Aku masih ada antara rakyat jelata. Aku masih ada hanya...
JIWA YANG TERDALAM Hati batinku begitu rapuh dan suci Dipenuhi dengan harapan dan impian yang berkekalan Mendambakan cinta, tidak goyah...
Aku berjalan di jalanan Seringkali melihat apa yang terjadi Orang berlalu lalang bersama kisahnya Kisah yang kurangkap sebagai kata-kata...
L K Ara Ibu Inilah saat setiap kubaca Baris kaligrafi memercik cahaya Menghalau kabut Yang menumpuk Dalam diri Inilah...
Oleh Siti Zahara Tarmizi Apa itu 17 Agustus? Hari kemerdekaan Indonesia kah? Begitukah tuan? Semua orang akan berkata iya Namun...
Oleh : Zab Bransah Hari ini janji dari penjanjian empat puluh empat hari pada perjanjian Untuk oksigen pada perjalanan hidup...
Oleh Tabrani Yunis Kembalikan malam pada malam Biarkan gelap menggumpal dan kelam Biarkan bulan menebarkan senyum Agar malam tetap temaram...
Di Ujung Pematang Di ujung pematang engkau menyapaku... Di ujung ...kau memangkilku... Putih di antara burung pipit Beterbangan melingkari padi...
© 2026 potretonline.com