Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Bunga Belimbing Delia Rawanita Bunga belimbing bergelantungan di tiap cabang Putik mekar dilindung daun muda Tidak terlihat jelas di permukaan...
Terima kasih Aku Hei aku... Terima kasih telah menemaniku Dalam perjalanan panjang kali ini Aku tahu, ini sangat melelahkan Kemarilah...
PUISI | Kota Kata I. Kusambut seri pagi ceria sekali di sebaliknya gusar terjangka misi sukar. II. Benar kata pujangga...
Anak Jalanan Karya : Yanimar W Yusuf Di perempatan jalan anak anak berkeliaran Menatap sayu...
SURAT DARI HULU (71) Tak ada yang terfahami Dari gerak semu dan laju keakuan Seperti katamu elegan dan fantastis...
Mustiar Ar : REMPANG AIR MATA LUKA Suaraku hampa Di deru gas ie mata Tumbang Di tanah juang :: wira...
AKU MASIH ADA ANTARA RAKYAT JELATA Karya, Muzamir Abd Hamid Aku masih ada antara rakyat jelata. Aku masih ada hanya...
JIWA YANG TERDALAM Hati batinku begitu rapuh dan suci Dipenuhi dengan harapan dan impian yang berkekalan Mendambakan cinta, tidak goyah...
Aku berjalan di jalanan Seringkali melihat apa yang terjadi Orang berlalu lalang bersama kisahnya Kisah yang kurangkap sebagai kata-kata...
L K Ara Ibu Inilah saat setiap kubaca Baris kaligrafi memercik cahaya Menghalau kabut Yang menumpuk Dalam diri Inilah...
© 2026 potretonline.com






