Puisi-Puisi Muhammad Sholeh Arshatta
LELAKI YANG MENJUAL TUGAL PRIBUMI Oleh: Muhammad Sholeh Arshatta katakan padaku kapan percakapan terakhir lelaki banyak cucu yang...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
LELAKI YANG MENJUAL TUGAL PRIBUMI Oleh: Muhammad Sholeh Arshatta katakan padaku kapan percakapan terakhir lelaki banyak cucu yang...
Oleh Nailul Muna Bransah Hari ini Tanggal tujuh belas Agustus setiap sekolah memperingati hari kemerdekaan Perjuangan yang...
N U N Oh.., Baginda Nun di sana Di singgasanamu Kau cemaskan batin ini Kau bimbangkan hati kami...
Karya: Sulaiman Juned JEJAK PARA PENGKHIANAT menderu pada entah mengunci hati. Pekat sampai ke ubun–orang-orang menyukai cinta diterbangkan...
RAJA DI BATAS SENJA Zulkifli Abdy Raja di ujung senja tak ingin lepas lencana duduk di atas singgasana...
PADANG PANJANG—Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bersama Majalah Digital elipsis sejak 15 Juni 2024 lalu membuka...
Pencandu bukan sebuah cerita duka itu derita luka terkesan di hati kuukir di lembaran lalu jadikan sebuah...
Mᴇʟᴀɴᴛᴀs Nᴀꜰᴀs. pabila lemas mendekap bingung meracau keluh memaut gagas berkepam bilah mula sumbing mentera mula tawar bisa...
KALA HATI TELAH MATI Zulkifli Abdy Dikala hati telah mati Menerima nasihat, nyeri Azan, tak menggugah hati...