Pencandu

Agustus 2024
Oleh: Redaksi

 

Pencandu

bukan sebuah cerita
duka itu derita
luka terkesan di hati

kuukir di lembaran lalu
jadikan sebuah puisi
kuselumbung dalam diri
biar sembunyinya dicari
pendelekmasi mengukir bait ke bait
bagai secawan kopi dihidang penonton menghirup bagai pencandu

Kualbum suara gayanya
untuk tuntunan jadi kenangan

Kuakan tulis puisi- puisi
dalam diri
kubaca pada mentari
bila pagi embun kering
pilu rasa pintu ditutup
hanya salam disambut

Abdul Aziz Ali
Ipoh Perak, Malaysia
20.8.2024

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist