INTROSPEKSI DIRI
Oleh İzzat İsa Langkawi, Malaysia Memandang biasan kaca sewaktu-waktu itu aku adalah si gila bara memuncak berahi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh İzzat İsa Langkawi, Malaysia Memandang biasan kaca sewaktu-waktu itu aku adalah si gila bara memuncak berahi...
Puisi Zulkifli Abdy Manakala kupetik tashih satu demi satu dari bilangan napas Dalam senandung zikir kala hening di...
Rosli K. Matari Malaysia Tuan Tabrani yang saya hormati. Dikirimkan, ini pun sajak juga saya tulis seimbas...
Zulkifli Abdy Jarum arloji tua itu menunjuk angka tiga Malam yang ranum kini pun telah tua Majelis...
SAHABAT, MARI MUHASABAH DIRI (Buat sahabat-sahabat dalam kolam perjuangan ini) sahabat, kita ramai pada bilangan tapi suara sedikit...
Kepada DSO Oleh Zab Branşa Dirimu Sinar mentari berikan padaku akan segala ketetapan hati ingin kumiliki Ada cinta...
MENCARI RAHMAT-MU Rejab menyinar membawa wadah tanah kerilkil kucangkul jadikan batas takwa membina sebuah impian menyusun wirid berulang...
Oleh Tabrani Yunis Kawan, sedang di manakah kita Apakah mungkin kita tlah lupa Suatu ketika negeri kita dilanda...
Oleh Moh. Ghufron Cholid Berdomisili di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura Malam ini,...