Segala Salah Manusia
Puisi Muhrain karena angin telah membawa pergi awan penghujan ia sebab kemarau menetap bangkai pesta pertukarkan semerbak pengantin...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Muhrain karena angin telah membawa pergi awan penghujan ia sebab kemarau menetap bangkai pesta pertukarkan semerbak pengantin...
PADANG PANJANG—Potretonline.com- Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang bekerja sama dengan majalah digital Elipsis menggagas penerbitan buku bertajuk...
Jakarta, 18 Juli 2024-Potretonline.com- Ketua Umum Satupena menanggapi pernyataan tentang penolakan kehadiran Satupena di Kota Payakumbuh. Pada intinya...
Zulkifli Abdy Ingin aku merenggut hatimu Tapi aku bukan pencuri Ingin aku menambatkan hati ini Tapi aku...
Oleh Alkhair Aljohore@ A: Kenapa kau menjual bait-bait puisi? B: Karena mereka tidak mampu menghidupi diriku. C:...
Oleh Tabrani Yunis Malam jelang lebaran Pasar tumpah Masjid perlahan sepi menyambut lebaran Malam jelang lebaran orang-orang...
Oleh Zulkifli Abdy Bulan Muharram telah tiba, kabut-kabut pagi pun lerai Bilangan tahun hijriyah kini akan berganti...
Oleh Alkhair Aljohore Malaysia A: Kenapa kau menjual bait-bait puisi? B: Karena mereka tidak mampu menghidupi diriku....
Oleh Zulkifli Abdy Di permenungan malam hanya ada ragu dan sekumpulan orang-orang dungu Angin tak lagi bercerita...