Melangkahlah
Oleh Tabrani Yunis Ketika kaki masih mampu melangkah Tuntunlah pada jejak langkah Yang membawa berkah Berwarna hikmah...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Ketika kaki masih mampu melangkah Tuntunlah pada jejak langkah Yang membawa berkah Berwarna hikmah...
Oleh Zulkifli Abdy Seulawah di pagi yang basah Rembulan tampak kesiangan Oh, rerumput berselimut kabut Embun sembunyi...
Oleh Tabrani Yunis Dik, Alhamdulilah Puji syukur kupersembahkan pada Allah Malam ini kunikmati berkah Pada sajian malam...
Oleh Cindy Amelia Vega Di cakrawala jauh, langit menyebar Layaknya kehidupan yang mengalir tanpa henti. Warna berubah sesuai...
Elite masih sibuk dengan politik Dolar kini cenderung menaik Rupiah semakin menukik Rakyat menjadi panik Israel-Iran konflik...
Oleh Nurul Hanny Adalah saya Nurul Hanny. Terlebih dahulu memohon jutaan maaf, andai ada kata-kata saya menyinggung...
Puisi Zab Bransah Langsa, Aceh Ini kisah awal cerita jejak jalan setapak mencari Tapi jejak itu Tak dihiraukan...
CINTA SEBESAR BUANA Kata sang arjuna jika sudah ketentuan, tiada benci sebesar zarah menapak dalam jiwa seorang pencinta,...
Oleh Alkhair Aljohore@ Malaysia Ramadan wadah perangi setan dan hawa nafsu Walhal , mengendali pun kita gagal! Setan...