Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@
“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit dan banyak pesakit” Di persimpangan waktu, langkahku terhenti, Dalam kaca dunia, nampak...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit dan banyak pesakit” Di persimpangan waktu, langkahku terhenti, Dalam kaca dunia, nampak...
BUNGA ITU Bunga itu bukanlah bunga jika tidak secantik bunga menghiasi laman inderaloka Bunga itu bukanlah bunga sebenar...
Zab Bransah Bunda, Dirimu penuh cinta bagi ananda Doa pengorbananmu Demi ananda Waktu silih berganti penuh perhatian bagi...
Puisi Oleh Leni Marlina 1) Maafkan aku kawan, aku terpaksa berlari, bukan untuk meninggalkanmu, tapi ayahku menunggu. Sepulang...
Oleh Zulkifli Abdy Rasanya tak ada lagi yang dapat kami katakan padamu wahai pemimpin Selain hanya menunggu...
Oleh Ahmad Noh Aku ringankan bicara menyapa anak muda hijrahnya dari kota juga desa mencari hasrat menyala tapi...
Puisi oleh Leni Marlina 1) Kawan, Aku bukan sekadar anak di seragam kumal, berdiri aku di antara...
Zulkifli Abdy Walau untuk sesuatu yang luput Tak ada damai dengan waktu Kendati waktu bukan seteru Waktu...
Karya Leni Marlina Berdiri aku di saf terdepan,di bawah kubah yang menaungi doa.Sahabatku, tubuhmu terbujur diam,dibalut kafan...