Raja Di Batas Senja dan Gadis Malang

September 2024
Oleh: Redaksi

RAJA DI BATAS SENJA

Zulkifli Abdy

Raja di ujung senja
tak ingin lepas lencana
duduk di atas singgasana
kemana-mana naik kencana
biasa bertitah dari atas pelana
menikmati senja di beranda istana
tetapi ada saat segalanya akan purna
semua ada batas, tidak sepanjang masa.

(Kutaradja, 16 Juli 2023).

 

GADIS MALANG

Oleh; Zulkifli Abdy

Gadis itu menangis tersedu-sedu,
di tengah hiruk-pikuk pesta
kaum elit
Sekujur tubuhnya terus digerayang
tangan-tangan jail sehingga
tak berdaya
Diperkosa tanpa belas kasihan
di hadapan ibunya sendiri,
ibu Pertiwi
Rambutnya lebat terurai pelindung
jiwa meronta, telah dijamah para
penyamun

Gadis itu tak henti-henti menangis,
sementara tubuh moleknya
penuh dengan luka
Akibat perlakuan orang-orang yang semestinya mengasihi dan
merawatnya
Kini gadis malang itu benar-benar
nyaris tenggelam dalam nyanyian
nestapa
Ada rasa cemas bahwa kelak semua
orang akan lupa, dan tak dapat lagi
mengenali

Gadis itu kini di persimpangan jalan
Akan kulukis kisahnya di kanvas
ingatan dengan rasa cinta
Agar semua orang dapat melihat
gurat-gurat kecantikan pada raut
wajahnya
Dan menobatkan sebagai putri
nusantara nan elok, laksana ratna
mutu manikam
Gadis itu bernama Indonesia.

(Banda Aceh, medio Agustus 2020).

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist