Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Buluh Bambu Karya : Nur Fauzi, S.Pd Bumi ringkih menjadi saksi Jejak semangat anak negeri Jiwa pengabdi bangga Berbekal buluh...
Oleh Zainuddin Husein ( Jon Sanova) Kopi itu pahit. Karena rasa memang suka Jika aku temu rasa manis Apa yang...
Oleh Zulkifli Abdy Laksana bahtera diamuk badai Angan tertawan di remang senja Tiang di geladak berderik-derik Anak buah kapal...
Oleh Alkhair Aljohore Berdomisili di Johor, Malaysia Puisiku akan merubah minda umat Bait-baitku penuh daya ceria, aktif dan provokatif...
Zulkifli Abdy Pergi.., bergegaslah pergi.., Jangan berlama-lama lagi di sini Isyarat angin topan telah terasa Pancaroba pun di ambang...
Buat Seorang Sahabat Zulkifli Abdy Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat Karena di sana pada suatu hari...
PENAKU Oleh Oui Bin Sal Tanah Merah, Kelantan,Malaysia. Penaku lerak perihal hidup harus tatapanmu di persada rindu kembangan minda Penaku...
Terhalang Zab Bransah Sekian detak jantung berdebar setiap nafas Rindu permata intan Janji setiap Rindu untuk bertepi di hati selalu...
Ketegaran Cinta Oleh Usfa Sri Rezeki Duhai cinta Kau buat aku bahagia Kau buat kadang aku berduka Namun aku terus...
Karya: Sulaiman Juned kabut menggantung di kaki Marapi. Angin membelai pucuk rambut---debu vulkanik mengembara ke pucuk-pucuk ranting. Lenguh kerbau...
© 2026 potretonline.com