Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore@ Nasihat dan pesan yang baik Akan jadi sampah Jika yang mendengar menyumbat telinga dengan kapas, Niat yang...
Sajadah Cinta Karya Ali Hamzah Mengapa? rindu terkapar di tengah gerimis ranting-ranting galau mengakar tunggang rinai angin mengabarkan duka di...
Oleh Alkhair Aljohore@ Berdomisili di Johor, Malaysia Jika ini memang demokrasi Mengapa aturan engkau ubah cekak dan cekik majoriti...
Saya Sulaiman Juned , dilahirkan di Gampong Usi Dayah, Beureunuen, Pidie 12 Mei 1965. Ini saya catatkan kenangan...
Oleh Izzat Isa Ceritera tentang bencana wajah yang beraneka menyingkap hakikat ada canda dalam keragaman dipenuhi seloroh dan sensasi....
Oleh Erfida Usman Seorang lelaki tua Berjalan menyusuri jalan Mencari nafkah Untuk kelangsungan hidupnya Seorang lelaki tua Mengatur kenderaan Memberi...
anto narasoma ah, merahmu mengucurkan darah ketika tulang-belulang itu kehilangan warna tatkala pesta demokrasi tak seputih warna susu ibuku ratusan...
Filem Dirty Vote, Oleh Alkhair Aljohore@ Berdomisili di Johor, Malaysia Politik kotor yang dimainkan, Bermain dengan perasaan, Agenda tersembunyi yang...
Oleh Nurmansyah Putra Ilusi terlarut dalam narasi Emosi terlarut dalam ambisi Ambisi tak lagi tercipta dalam solusi Untuk mencapai...
Oleh Alkhair Aljohore@ Berdomisili di Johor, Malaysia Banyak sampah di istana Menumpuk tak terkendali Berjatuhan di mana-mana Perlukah tuk...
© 2026 potretonline.com