Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Mohd. Adid Ab. Rahman Berdomisili di Melaka, Malaysia Di bawah depangan sayap musim nyaman duduk bersama orang dicintai...
DATANG Oleh Zab Bransah Menanti. Dirimu Di awal pertama Semua melaksanakan tugas  menjalankan kewajiban penyembahan Pada cinta Untuk hadir setiap...
Oleh Oui Bin Sal Tanah Merah, Malaysia Bila akar-akar mula berserabut pembangkang keluar dewan sepakat apa sudah jadi...
Mustiar Ar : MEKAR DI TAMAN NUSA Damai itu semisal bunga Mekar di taman nusa Yang disiram rindu, cinta Bersama...
Oleh Tabrani Yunis Aku adalah raja Pwmuja tahta penguasa pemburu harta pencinta dunia Kaya raya haus kuasa Harus kupertahankan...
Oleh Tabrani Yunis Bilik bilik kecil bersuara dan bercerita Berdenting -denting membahana Menggema menusuk asa membakar ambisi berkuasa Ada selaksa...
Kuala Lumpur, Potretonline.com- 8 Maret 2024- CEO Kereta api Malaysia, Dato Rani Hisham Samsudin, menyambut Delegasi Baca Puisi Dunia dengan...
Oleh Alkhair Aljohore@ Nasihat dan pesan yang baik Akan jadi sampah Jika yang mendengar menyumbat telinga dengan kapas, Niat yang...
Sajadah Cinta Karya Ali Hamzah Mengapa? rindu terkapar di tengah gerimis ranting-ranting galau mengakar tunggang rinai angin mengabarkan duka di...
Oleh Alkhair Aljohore@ Berdomisili di Johor, Malaysia Jika ini memang demokrasi Mengapa aturan engkau ubah cekak dan cekik majoriti...
© 2026 potretonline.com






