Selasa, April 21, 2026

Puisi -Puisi Ali Hamzah

Februari 2024
Oleh: Redaksi

Sajadah Cinta

Karya Ali Hamzah

Mengapa?

rindu terkapar di tengah gerimis

ranting-ranting galau mengakar tunggang

rinai angin mengabarkan duka di kalbu lusuh

ada apa  dengan perjalanan cinta yang kita ikrarkan

Mengapa

dedaunan cinta menguning

jatuh dan melepuh sangsai ke bumi

kicauan murai mengejekku di batas senja

kabar angin mengantar kalbu di persimpangan jalan

duhai

kalbu yang mengeram cinta

tiada angin yang tak menerbangkan debu

mata hati sudah pasti kelalapan memaknai luka

tapi, apakah tiang cinta tak mampu menghadang terpaan?

karena ikrar cinta kita  bersajadahkan ikhlas dan ketulusan.

​​​​​Lhang, 1 Desember 2022

Kami Bisa Apa

Karya Ali Hamzah

Matahari

kau  curahkan cinta pada siang

kepada para pejaka muda

gadis bersanggul merah

para lelaki berkemeja

perempuan setengah banya

para kakek berbaju renta

nenek-nenek berselendang duka

mengelu-elukanmu dengan tawa

saat kau berkhutbah cinta di mimbar baja

tapi, ke mana kau pada malam

banjir di Langsa atau Trumon Raya

gempa di Cianjur atau prahara di belantara

ginjal akut pada balita atau kasus polio di Pidie Jaya

kau menutup mata dan tak mau sebagai pihak yang disangka

tragedi Joshua dan Minahasa

kau kubur tragedi  maut di lapangan bola

kalau pun kau hadir pada malam

mengumbar cinta pada janda-janda

menjabat tangan pada duda-duda

mengelus kepala para remaja papa

atau menimang-nimang sayang para balita duka

semua  hanya  retorika dan rekayasa belaka

agar menulang suara di pilkada

untuk memperpanjang kekuasaan belaka

setelah kau kembali memegang tampuk kuasa

kau kembali menutup mata

lalu, kami bisa apa?

​​​​​Manggeng, 28 Nopember 2022

Marahmu Bulan

Karya Ali Hamzah

Marahmu

membunuhku, bulan

matahari redup di ujung senja

tak berapa lama lagi, aku tak tahu

mata matahari memadamkan cahaya

pulang ke pangkuan malam

bumi mendekapnya

Marahmu

membunuhku, bulan

air mata menjatuhkan tirai hati

jantung dan nafas melahirkan sengal

darahku tersedak di ujung nadi

aku mesti bagaimana?

Bulan.​​​​​

Manggeng, 25 Nopember 2022

 

 

BIODATA PENULIS

Ali Hamzah nama lengkapku, Hamzah Zaiby nama penaku, lahir31 Desember 1968 di Pasir Merapat, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan. Buah cinta seorang petani kecil  danseorang Perempuan sederhana Alm. Zainuddin dan Almh. Salbiyah.

Menempuh pendidikan SD,SMP, dan SMA di kampunghalaman. Selanjutnya melanjutkan pendidikan di PerguruanTinggi Negeri Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang sekarangUSK Darussalam, Banda Aceh pada Program Studi PendidikanBahasa Sastra Indonesia dan Daerah.

Menulis sejak masa kuliah, tapatnya tahun 1990 terutama puisi. Puisi-puisi dimuat di berbagai media masa, seperti Atjeh Pos, Serambi Indonesia, Swadesi, Waspada, Warta Unsyiah, dan adajuga di majalah Kiprah serta di Majalah Online Potret, Elipsisdan sebagainya.

Puisi saya dimuat di berbagai antologi bersama, sepertiSehimpun Puisi Rincong Kata, Puisi Cinta untuk PalestinaSelain puisi, punulis juga menulis, pantun, gurindam, dan syairyang dimuat di Perruas Aceh bersama penyair Aceh.

Demikian biodata ini dan terima kasih.

​​​​​​​​Wassalam

​​​​​​​​   Penulis

​​​​​​​​

 

 

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist