Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
- sajak 8, buat Ismet Fanany di Melbourne di seberang, di hadapan hidupku daun gugur masa lalu sehelai,...
Oleh Zab Bransah Rahmat dari tuhan alam subur tanah jadi gembur Air ada hujan disana tak pernah berhujan Kita dan...
Oleh Alkhair Aljohore Tersembunyi kepingan hati yang rapuh Di dalam cahaya kilauan sosok egois Terdapat luka lama yang terpendam...
Oleh Alkhair Aljohore@ Melayu terbilang bangsawan Sesungguhnya terperangkap dalam jeratan Rekayasa mindset menawan Membatasi kemajuan dengan batasan Doktrin yang...
Oleh Dhia Salsabila Mahasiswi D III Sanitasi, Semester 4 Poltekkes Kemenkes Aceh Takdir Palestina terpahat dalam keberanian, di antara puing-puing...
Oleh Alkhair Aljohore@ Johor, Malaysia Guruku, engkau adalah bintang Mengajar tanpa kenal lelah Setiap hari bertahan dalam lembut bimbinganmu Kau...
Ketua Panitia The 2nd International Minangkabau Literacy Festival ( IMLF) menyampaikan ucapan Terima kasih dan pernyataan maaf kepada para delegasi...
Oleh; Zulkifli Abdy Gadis itu menangis tersedu-sedu, di tengah hiruk-pikuk pesta kaum elite Sekujur tubuhnya terus digerayang tangan-tangan jail...
Rimbun Daun Dik, Kemarilah duduk sejenak Ada yang belum usai kau urai tentang rimbun daun dalam elegi yang kau lantun...
Kota Bharu - Potretonline.com- Mesyuarat kali kedua Pelaksanaan Hari Puisi Malaysia (HPM) Ke-5 Tahun 2024, telah berlangsung pada 4...
© 2026 potretonline.com