Baja dan Cahaya dalam Labirin Malam
Oleh Leni Marlina Kereta—bukan sekadar mesin, tetapi luka yang terbungkus pelat logam, melangkah ke dalam malam yang...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Leni Marlina Kereta—bukan sekadar mesin, tetapi luka yang terbungkus pelat logam, melangkah ke dalam malam yang...
Lukisan dan Tulisan Jiwaku Apa perlu kau menilai lukisan dan tulisanku, Ketika setiap goresan adalah puisi berbunyi, Kanvas...
Zab Bransah RANTAI DOA Kubersujud di atas sajadah cinta bagi-Nya Melalui hamba setiap tugas lima waktu Bagi setiap...
Oleh Mr. Kunanh Hatiku pernah gelap tanpa cahaya. Cukup lama hatiku di dalamnya. Hampir aku lupa pada...
Puisi Nurdin F.Joes SANG HUJAN, JIKA ENGKAU DATANG LAGI, DI MANA AKU HARUS MENUNGGU Sang hujan, jika engkau...
Oleh Nurul Hikmah,S.Pd.I.,M.A Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Banda Aceh Sebelum aku menjadi guru, kukira...
KEPADA PARA GURU KAMI Nurdin F.Joes: Belum reda takut kami kepadamu Ketika engkau menghardik dengan keras saat kami...
Karya : Zab Bransah Langsa, Aceh Dia guru anak kami Segala ilmu kesopanan didapatkan Dari guru Dia...
/1/ Keheningan yang Menyentuh Tanah Oleh: Leni Marlina Keheningan tidak lagi sunyi, ia tumbuh di dalam tubuhmu,...