
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Chania Ditarora di luarlangit sedikit sendumengantar dia yang segera pergihati pilu meratapi diri yang tidak pastibertemu kembali ataukah hanya...
Baca SelengkapnyaDetailsanto narasoma terbanglah kupu-kupu kecilku, menjelajahi pikiran dan bangku sekolah di ruang pelajaran anak-anak berambut pirang sebab,angka yang kau kalikan...
Baca SelengkapnyaDetailsYusriman, S. Hum. Mahasiswa S2 Kajian Budaya, Universitas Andalas. Fokus Dalam Pengelolaan Seminar Internasional, dan Penulisan Sastra &Ilmiah.
Baca SelengkapnyaDetailsRintih Oleh : AyumiAku pulang pada-Mu, ya Rabbi,Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,Melainkan debu hina nan pekat.Aku terlalu rendah dari...
Baca SelengkapnyaDetailsTulisan tahun 2022, di halaman TISI Rubrik Inspirasi Berwacana Oleh Erndra Achaer Puisi-puisi bertebaran di mana-mana. Di semua media publikasi,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Diro Aritonang Kutulis puisi yang bukan puisitak ada metafora tak ada imajiapa kata hati kutulis penuh emosikutulis puisi yang...
Baca SelengkapnyaDetailsTentang Ibuibu melahirkan aku dari sepimenjadi malam, pagi dan siang.ibu melahirkan aku dari tanah, menumbuhkan battilang, kanunang, menjadikan ibu lebih...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Gimien Artekjursi di tanah air initak ada lagi yang merdekasemua telah dijajah dan menjajah dirinyamerdeka hanya mimpi di setiap...
Baca SelengkapnyaDetailsRintihAku pulang pada-Mu, ya Rabbi,Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,Melainkan debu hina nan pekat.Aku terlalu rendah dari sekadar pemaksiat.Langkahku berat,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Reza Fahlevi Setelah kau pergi jauhSemua yang tertinggal hanyalah kenanganDan aku terpurukAku terbenamKarena kenangan bersamamu menghadirkan sejuta senyumanSenyuman yang...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com