Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Rika Puji Lestari(Anggota Satupena Kab. Blora) Di ujung senja, saat langit merekah luka,aku menulis puisi yang tak jadi apa-apa.Kata-katanya...
Oleh : Zab Bransah Jiwa selalu rindu damai itu. Cinta sesama saling menghargaiCinta anugerah bagi persaudaraan satu jiwa.jiwa cintaPerdamaian untuk...
Oleh Muslimin Lamongan bunga-bunga di semesta semerbak indah tak terhinggaaku mencintai bunga-bunga dan penciptanyaMaha Indah terbata lidah mengagum kataingin kusunting...
Oleh Rika Puji Lestari(Anggota Satupena Kab. Blora) Di ujung pena, sejarah ditulis,Di atas kertas, mimpi-mimpi ditanam.Setiap guratan adalah jejak abadi,tentang...
Oleh Jengki Sunarta Seribu Kuli Di konstruksi pencakar langitSeribu kuli meniti bilah-bilah besiDi puncak tower Tuhan duduk santaiMembaca teka-tekiYang dilontarkan...
Oleh Luhur Susilo(Guru SMPN 1 Sambong, Blora) Kamu,adalah nama terakhir yang kupinta dalam gelap. Namun yang turun,hanya sunyi. Barangkali,aku tak...
SAJAK BALON GAS balon yang engkau pegang telah menjadi satu warna engkau yang membuatnya abadi gas yang ada di dalamnya...
Oleh Mustiar Ar Tjut Nyak Dien Pejuang tak kenal lelah Semangatnya membara Melawan kolonial Keberanian yang meletup Getarkan nyali kolonial...
SENDIRI ini ruang tunggu yang kau janjikan sepi saja: berkelebat kenangan aku mencintaimu, katamu pada hamparan rerumput menghamba pada kesunyian...
Oleh : Heru Patria ajari aku membacake arah mana indonesia hendak dibawaketika kebijakan tak berpihak pada jelataundang undang dan konstitusi...
© 2026 potretonline.com