
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Gerimis pagi ini turun berembun pagi Membasahi jalan dan lorong-lorong sunyi Burung-burung diam bersembunyi Senyap tanpa ada...
Baca SelengkapnyaDetailsTetapi Satu Bab Lagi, - untuk Zab Bransah Lowell yang meninggalkanNear the Oceanmengungkapkankehidupan, keindahan Pada sela-sela baris,tak lepas-lepasmerenung juga tragis,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Kelam menyeruak malam terasa semakin gelap padam Anak -anak negeri terdiam dipeluk malam Ditelan gelap pekat nan tak mampu...
Baca SelengkapnyaDetailsPerjalanan yang Tak Pernah KembaliAnggota Satupena Kab. Blora Di pagi yang tenang, mereka melangkah,Membawa doa, niat suci dalam arah,Tak untuk...
Baca SelengkapnyaDetailsKETIKA KITA TUA rasanya, seperti tiba-tiba uban merata di kepala kerut keriput ingin tak percaya terlukis di sekujur raga masih...
Baca SelengkapnyaDetailsHeri Isnaini lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 17 Juni. Heri sangat menyukai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Pernah mengikuti...
Baca SelengkapnyaDetailsMimpi di Pabrik Kenyataan Di pabrik tua di pinggir kota, mimpi-mimpi dilahirkan seperti barang cacat, tanpa jaminan mutu, tanpa nomor...
Baca SelengkapnyaDetailsKertas seksi Kertas seksi Menarik menggoda setiap jiwa Mengundang nyali Penuh percaya diri Kertas seksi Menggoda si jelita Hingga merelakan mahkota Kertas seksi Obat kuat para lelaki Bernegosiasi membeli harga diri Kertas seksi Mampu membeli keadilan Walau timbangan tak seimbang Kertas seksi Makanan pavorit para tikus pengerat Berkeliaran di gedung-gedung bertingkat Kertas seksi Mampu memisahkan persaudaraan Menumpahkan darah-darah segar...
Baca SelengkapnyaDetailsDAHI BERSUJUD KE DALAM Dahikulebih percaya pada lukadaripada lantai sajadah. Ia bersujud ke dalammencari tuhandi sela kerut usia. 2025 PUNGGUNG...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rika Puji Lestari(Anggota Satupena Kab. Blora) Di ujung senja, saat langit merekah luka,aku menulis puisi yang tak jadi apa-apa.Kata-katanya...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com