Kamis, April 23, 2026

Puisi-Puisi Mustiar Ar

Mei 2025
Oleh: Redaksi

DI BAWAH LANGIT’ YANG SAMA

Kita bersaudara
Tanpa batas negara
Erat dalam ikatan kasih sayang
Bersama kita ciptakan dunia sejahtera
Damai dan harmoni
Untuk semua
Tanpa kekerasan, tanpa penindasan
Kita hidup dalam cinta dan kasih
Dunia sejahtera, untuk generasi masa depan
Dengan hati yang terbuka kita menerima
Perbedaan dan keunikan sebagai kekuatan
Kita bersatu dalam tujuan mulia
Membangun dunia yang lebih baik, untuk semua
Dengan cinta dan kasih kita akan mencapai
Dunia sejahtera, damai dan harmoni

Aceh 15.05.2025

ULJONG KALAK BERSIMBAH DUKA

Teuku Umar Johan pahlawan
Kuhirup udara pagi
Anyir darahmu menyesak dada
Menderu di dadaku
Seperti ombak Ujong kalak
Tak henti menghempas tepi

Teuku Umar Johan pahlawan
Perjuangmu tak akan sia sia
Lewat pena aku berjuang
Lewat kata kuhantarkan revolusi
Perjuanganmu dalam mencapai kemerdekaan

Teuku Umar Johan pahlawan
Di sini engkau terbujur kaku
Karena sebuah pengkhianatan
Karena sepotong keju,dari kolonial
Karena sebuah emosi ambisi
Untuk sebuah kekuasaan

Teuku Umar Johan pahlawan
Tak akan ku sia siakan
Perjuanganmu
Engkau ada di darahku
Cintamu ada di denyut nadi ku

Teuku Umar Johan pahlawan
Kini engkau terbaring di mugo
Gampong Pante reu
Al Fatihah

Mugoe ,10 Pebruari 2025

YANG TAK PADAM

Di dalam hati
Ada bara yang tak padam
Rindu yang tak pernah lelah
Aku berpeluh di kesabaran ini

Air mata jatuh
Seperti hujan malam
Rindu ini melecut ku
Sunyi kian pekat

Rindu itu seperti api
Tapi aku tak akan lelah
Meminta hadirNya, disini

17.05.2025

Biodata penulis,

Mustiar AR, penyair kelahiran Meulaboh 15 April 1967 ini menamatkan sekolahnya di Aliyah Negeri 1 Meulaboh. Karya pertama termuat pada media SKM Taruna Baru, Medan dengan judul ‘Kutambat Kapal Di Dermagamu’ tahun 1987,dan berturun turun puisinya dimuat pada Buletin baik di daerah mau pun di tingkat nasional dan internasional.

Disamping itu karya Mustiar Ar,yang akrab disapa Oneh Kurnia Arafat ini kerap diterbitkan bersama Antologi puisi Seulawah, Sekilas Pintas, Nuansa Dari Pantai Barat Aceh, Putro Pahang, Ziarah Ombak, Eklopedi Aceh, Adat Hikayat dan Sastra Aceh 2008, Antologi Puisi Hitam Putih adalah karya puisi tunggal Mustiar Ar, masih berbentuk stensil yang di edit oleh Haji Teuku Ahmad Dadek,1982 namun buku puisi hilang dalam pusaran Tsunami yang melanda Aceh dan Nias tahun 2004.

Mustiar Ar sempat dianggap satu sastrawan Aceh yang hilang di kejadian tersebut. Selain menulis puisi juga berkutat dalam teater kolosal tahun 1995 di event “Adat Perkawinan Aceh Barat dan Tewasnya Teuku Umar”. Puisi ku adalah Hidupku, itulah kalimat yang terucap pada sela sela kesibukannya sebagai juru parkir di Negeri Meulaboh
Email: mustiarar5@gmail.com

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist