Oleh ReO Fiksiwan „…sebuah publik yang mencoba hidup tanpa kritik, dan hanya mengklaim tahu apa yang disukai, akan membiarkan seni...
Read moreDetailsOleh Rosadi Jamani Ramai minta bahas MBG lagi dong. Awalnya saya udah malas, karena dianggap angin lalu. Maklum, program ini...
Read moreDetailsOleh: Dayan AbdurrahmanPemerhati Kebencanaan Bencana tidak hanya menghadirkan kerusakan fisik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana suara korban diperlakukan. Di banyak wilayah...
Read moreDetailsOleh: Siti Hajar Bayangkan kita menonton trailer film blockbuster: adegan pembukaan menampilkan Presiden Jokowi pada 2019 dengan lantang mengumumkan pemindahan...
Read moreDetailsOleh Rivaldi Di negeri yang katanya beradab ini, Indonesia, ada satu hal lucu tapi tragis: seolah-olah dosa terbesar dan satu-satunya...
Read moreDetailsOleh: Dayan Abdurrahman Dalam suasana Republik yang gamang arah, muncul satu pemandangan ironis nan membingungkan: mengapa para jenderal yang masih aktif—dengan...
Read moreDetailsOleh TM Zulfikar, Pemerhati Lingkungan di Aceh Pernyataan Ulil Abshar Abdala (Gus Ulil) yang menyebut aktivis lingkungan sebagai “Wahabi lingkungan”...
Read moreDetailsMenimbang Ulang Batas antara Kritik, Hinaan, dan Demokrasi yang Sehat Oleh: Dayan Abdurrahman Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan fenomena...
Read moreDetailsOleh Sulak alias AS Laksana Ijazah itu belum terbukti palsu, tapi juga belum dibuktikan asli. Mereka yang membela keaslian ijazah,...
Read moreDetailsOleh ReO Fiksiwan „Sekali lagi, keadilan harus dibeli dengan darah manusia.“ — Albert Camus(1913-1960), Resistance, Rebellion, and Death(1944). Aktivis perempuan...
Read moreDetails