
Oleh HalimahIbu....Engkau wanita sederhanaTak berpendidikan Bukan pula wanita pekerjaWalau hanya tamatan sekolah rakyat sajaTapi perjuanganmu sungguh luar biasaIbu...Seluruh hidupmu Engkau abdikan...
Baca SelengkapnyaDetailsTIBA-TIBA SAJA KAU MENAIKI KERETA PERGI KE WILAYAH LENYAP Tiba-tiba saja kau menaiki kereta pergi ke wilayah lenyappelita terpadam di gubuk...
Baca SelengkapnyaDetailsSri Ramona Hus(Ustazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya)Ibu Ratu yang tak bermahkotaNamun bertelapak kaki syurgaItulah gelar yang tersemat pada dirimu.IbuSetiap...
Baca SelengkapnyaDetailsDok PribadiKarya Hamdani MulyaLeuser menangis dalam isak tak terkiraMendesah karena pohon yang tumbangdan ranting yang dicincangLeuser menjerit menggelegar seperti suara...
Baca SelengkapnyaDetailsPINJAMKAN AKU RINCONGMUDi sini Gelisah mengapungMenyesak di dadaPerjuanganmu diludahiAmpon..Pinjamkan aku rencongmuAkan kuretas...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Savitri JumiatiRanting dedaun tak berkutatSenja merah semburat kulihatTak ada angin yang berisik kudengarHampir sunyi hujung jejalan menuju pulangTerenyuh aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Faiza WarahmahUstazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya Ibu...Kau adalah wanita terhebat Setiap sekat kau jadikan tanggung jawabSemua peluh kau buat...
Baca SelengkapnyaDetailsNurdin F.Joes:Kepada para perempuan kamikepada ibu kamidi tanganmu kami titipkan embundi dadamu kami sematkan cintadan di lehermu kami kalungkan bungaAgar,...
Baca SelengkapnyaDetailsLENTERAKUMalam meregang nyawaMeminang semburat jinggaSepi bertunang hampaSenada seirama mengusik jiwa Seribu hari belum berlaluSatu lentera lagi pergi tak kembaliSatu lentera hidupku...
Baca SelengkapnyaDetails(Kepada Prof. Safwan Idris)Bunga bangsa itu telah gugurKala Aceh ditiup badaiYang berkecamuk dalam linangan air mataSafwan Idris guru bangsaTelah gugur...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com