KAU PUISIKUKepada Pemilik hatiSetelah kejadian itu jiwaku menjadi puisi. Puisi-puisi telah menyerupai kepala,wajah juga tangan dan kakiku. Entah bagaimana lagi...
Read moreDetailsOleh: Aisah Nurul FadilaHari itu, langit juga meratapSeolah memberi pertanda bahwa ia juga terluka Semuanya terjadi tanpa tandaSimpang siur terjadi hampir di pesisir...
Read moreDetailsOleh Sitti Zahara TarmiziDi sini,Dimana hati susah diajak kompromiRindu menggema memanggil dirimu yang duluPribadi yang mencerahkan harikuMenebar senyuman di mulutkuKakiku...
Read moreDetailsDok. MongabayOleh Lina ZulainiMenapaki sebuah kota kecil.Aku suka melihatnya seorang diri dari sudut yang berbeda.Saat menunggu bus menjemput.Mengamatinya adalah anugerah.Usianya...
Read moreDetailsIlustrasi : Sumber Grid.idOleh : NsyahIngin kupacari dikau Dengan kata manis sebagai penyemangatDengan senyum sebagai penghiburDengan doa sebagai kunci mendapatkan-muIngin kunikahi...
Read moreDetailsfoto dok. PribadiOleh Khairunnisa BerutuSiswi Kelas 10 IPA 2, SMA Negeri 1 Simpang Kiri, Subulussalam, AcehTetesan air mata kerinduan seorang...
Read moreDetailsfoto : Inspirasi coffeeOleh Sitti Zahara TarmiziSiswi SMA Negeri 1 Bandarbaru, Pidie Jaya, AcehKu menulis puisi iniDi antara derasnya hujanTetes...
Read moreDetailsIlustrasi Harian AnalisaOleh : MuksalminaPenulis Berdomisili di Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie jayaDulu aku disayang sayangi, selalu dibersihkan dan dirawat dengan...
Read moreDetailsOleh Tabrani YunisHari ini, bukan hari KartiniTapi hari pernikahan kitaHari kitamenyatukan hatiHari kita menyemai cintaTanggal 21 April Sepuluh tahun laluKita bersimpuh mengikat...
Read moreDetails