Oleh: Fileski Walidha Tanjung Setahun setelah kepergian Tulus Setiyadi pada 2025, saya datang bukan semata untuk berziarah kepada seseorang yang telah dimakamkan. Saya datang untuk...
Baca Selengkapnya
Fileski Walidha Tanjung adalah penulis kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis puisi, cerpen, esai di berbagai media nasional. Beberapa buku karya terbaru; Melukis Peristiwa, Luka yang Dijahit Doa, Interludium kapibara.
Oleh: Fileski Walidha Tanjung Setahun setelah kepergian Tulus Setiyadi pada 2025, saya datang bukan semata untuk berziarah kepada seseorang yang telah dimakamkan. Saya datang untuk...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Di Kediri, pada Jambore Taman Baca Masyarakat (TBM) Jawa Timur, para pegiat literasi berkumpul...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Di tengah abad yang bergerak dengan kecepatan algoritma, manusia modern justru menghadapi paradoks yang...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Madiun, Plaza Madiun pada Minggu siang yang riuh...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Awalnya saya datang ke dunia sastra dari lorong yang disakralkan: halaman koran, meja...
Baca SelengkapnyaOeh Fileski Walidha Tanjung Saya hadir di sebuah diskusi yang berada di serambi Masjid Baiturrahman, pada sebuah malam...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski W Tanjung Madiun, 19 April 2026. Pasar Pundensari, Jl. Golek, Pelempayung, Gunungsari, Kabupaten Madiun, suasana tidak...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski W Tanjung Nama saya Fileski Walidha Tanjung, dan esai ini saya tulis sebagai sebuah surat...
Baca SelengkapnyaOleh: Fileski Walidha Tanjung Ada momen-momen tertentu dalam sejarah sebuah kota ketika ia tidak lagi sekadar menjadi ruang...
Baca Selengkapnya