Oleh Fileski W Tanjung Madiun, 19 April 2026. Pasar Pundensari, Jl. Golek, Pelempayung, Gunungsari, Kabupaten Madiun, suasana tidak sekadar ramai oleh transaksi ekonomi, melainkan oleh...
Baca Selengkapnya
Fileski Walidha Tanjung adalah penulis kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis puisi, cerpen, esai di berbagai media nasional. Beberapa buku karya terbaru; Melukis Peristiwa, Luka yang Dijahit Doa, Interludium kapibara.
Oleh Fileski W Tanjung Madiun, 19 April 2026. Pasar Pundensari, Jl. Golek, Pelempayung, Gunungsari, Kabupaten Madiun, suasana tidak sekadar ramai oleh transaksi ekonomi, melainkan oleh...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski W Tanjung Nama saya Fileski Walidha Tanjung, dan esai ini saya tulis sebagai sebuah surat...
Baca SelengkapnyaOleh: Fileski Walidha Tanjung Ada momen-momen tertentu dalam sejarah sebuah kota ketika ia tidak lagi sekadar menjadi ruang...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Saya dan kawan-kawan pegiat budaya duduk berdiskusi di pendopo Taman Obor di Kota Madiun,...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Joglo Taman Obor, Kota Madiun, pada Jumat siang 10 April 2026 terasa lebih hidup...
Baca Selengkapnyaoleh Fileski Walidha Tanjung Selasa sore, 17 Maret 2026, langit Madiun menggantungkan warna jingga yang samar ketika saya...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Saya selalu percaya bahwa seni bukan sekadar peristiwa estetika, melainkan peristiwa batin. Ia tidak...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Sore itu, langit Madiun berwarna jingga lembut. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tetapi cahaya yang...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Jumat 13 Maret 2026, selepas tarawih, udara di Padepokan Kuncoro Hadi terasa lebih jernih...
Baca Selengkapnya