oleh Fileski Walidha Tanjung Selasa sore, 17 Maret 2026, langit Madiun menggantungkan warna jingga yang samar ketika saya melangkah menuju Angkringan Jamur di Jalan Tanjung...
Baca Selengkapnya
Fileski Walidha Tanjung adalah penulis kelahiran Madiun 1988. Aktif menulis puisi, cerpen, esai di berbagai media nasional. Beberapa buku karya terbaru; Melukis Peristiwa, Luka yang Dijahit Doa, Interludium kapibara.
oleh Fileski Walidha Tanjung Selasa sore, 17 Maret 2026, langit Madiun menggantungkan warna jingga yang samar ketika saya melangkah menuju Angkringan Jamur di Jalan Tanjung...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Saya selalu percaya bahwa seni bukan sekadar peristiwa estetika, melainkan peristiwa batin. Ia tidak...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Sore itu, langit Madiun berwarna jingga lembut. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tetapi cahaya yang...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Jumat 13 Maret 2026, selepas tarawih, udara di Padepokan Kuncoro Hadi terasa lebih jernih...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Pada malam Jumat, 6 Maret 2026, selepas solat tarawih, sebuah guest house bernama Omahkoe...
Baca SelengkapnyaMelekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah oleh Fileski Walidha Tanjung Saya Fileski, datang ke sebuah...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Sebagai penyair, ada kebahagiaan yang sulit saya uraikan ketika mengetahui bahwa puisi saya,...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Kita hidup di zaman ketika percakapan terdengar seperti bisik-bisik kecurigaan. Di ruang kerja, di...
Baca SelengkapnyaOleh Fileski Walidha Tanjung Saya lupa, hari ini ternyata 21 Februari. Hari yang sebetulnya paling kuhindari. Jika saja...
Baca Selengkapnya