Puisi Bencana SumateraOleh Anies SeptivirawanGumpalan awan hitamAngin kencang dan sambaranPetir dari langit yang menangisAir mata membanjiri bumi SumateraHari itu adalah hari kelamDi atas lembar catatanAkhir...
Baca Selengkapnya
Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"
Puisi Bencana SumateraOleh Anies SeptivirawanGumpalan awan hitamAngin kencang dan sambaranPetir dari langit yang menangisAir mata membanjiri bumi SumateraHari itu adalah hari kelamDi atas lembar catatanAkhir...
Baca SelengkapnyaPuisi Anies SeptivirawanSejak datang pagiAku lahir dari rahim sepiHanyut terbawa air sungai sunyiSejak datang pagiAku lahir dari dua...
Baca SelengkapnyaOleh Anies Septivirawan| PenulisLangit siang di kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur cerah. Cuaca panas. Angin kencang nan kering...
Baca SelengkapnyaPuisi Anies SeptivirawanSeperti sepasang arwah dan jasadTubuhku adalah IndonesiaIndonesia adalah rumah besarBagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisiyang ...
Baca SelengkapnyaPuisi esai Anies septivirawanSegetir apapunSepahit apapunSekelam apapun hidupmuPuisi mesti tetap ditulisDi lembar waktuyang membekas nafasSepedih apapunLuka yang kau...
Baca SelengkapnyaPuisi Esai Anies Septivirawan Angin dingin pagi kala itu: Tiga puluh tahun lalu Sudah menjadi lagu Setiap...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies SeptivirawanDi suatu pagi, Agustus 2025, pada awal bulan kemerdekaan negeri kita, ada seorang teman sekolah mengirim...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies SeptivirawanTengah hari sangat terik. Panas sinar matahari terasa menyentuh lembut di permukaan genteng rumah Hosnatun yang...
Baca SelengkapnyaOleh Anies Septivirawan Suatu pagi, musim kemarau, penghujung Juli di destinasi wisata bahari Pasir Putih. Matahari di ufuk timur...
Baca Selengkapnya