Senin, April 20, 2026

Indonesia Raya dan Mercusuar Perdamaian Dunia

Oktober 2025



‎Puisi Anies Septivirawan

‎Seperti sepasang arwah dan jasad
‎Tubuhku adalah Indonesia
‎Indonesia adalah rumah besar
‎Bagi inspirasi, inovasi, kreasi, motivasi, dan intuisi
‎yang  datang dari ruang sepi

‎Seperti sepasang arwah dan jasad
‎Aku telah jatuh cinta
‎Kepada Indonesia, aku telah
‎Memadu kasih asmara dengan Indonesia

‎Aku selalu menjadi dokter penyembuh bagi tubuhku dengan obat -obat sajak  dalam ramuan puisi

‎Aku selalu menjadi polisi pengaman
‎bagi niat-niat jahat yang bersemayam
‎Di dalam otak dan beranda hati
‎Hanya demi tubuh yang bernama Indonesia 

‎Aku selalu berdoa bagi kesehatan tubuh
‎Setiap selepas subuh
‎Agar bermanfaat bagi diri dan semesta raya, Indonesia untuk dunia

‎Sepetti sepasang arwah dan jasad
‎Aku adalah arwah
‎Tubuhku adalah Indonesia
‎Yang telah menikah dan beranak – pinak
‎Mereka bernama keberagaman

‎Rasa cinta ini semakin dalam
‎Kepadamu, wahai Indonesia dan keberagaman
‎Kata orang, keberagaman
‎Adalah anugerah dari Tuhan
‎: indah dan cantik, sexy dipandang,
‎namun kadang pahit dirasakan

‎Karena  pahit getir yang terkandung
‎Dalam keberagaman itu
‎Kadang kita rasakan
‎Ketika hujan tidak adil menyiram bumi
‎Ketika para petani mengeluh
‎Tentang mahalnya harga pupuk
‎Dan panen padi tak sesuai ekspektasi


‎Karena pahit getir yang terkandung
‎Dalam keberagaman itu
‎Menumbuhkan tunas – tunas kecewa dan luka

‎Karena pahit getir yang terkandung dalam keberagaman itu selalu
‎Melahirkan anak-anak sungai air mata

‎Anak-anak sungai itu
‎Tulus menghanyutkan sampah – sampah mimpi,  angan, dan harapan – harapan
‎Menuju samudera raya
‎Yang di tengahnya berdiri kokoh
‎Mercusuar perdamaian bagi dunia



‎Situbondo, 23 Oktober 25

Tentang Penulis
Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist