Oleh Anies SeptivirawanDi suatu sore, Minggu yang berdebu. Angin akhir bulan Juli menggoyang dedaunan pohon Palma yang berdiri berjejer dengan sejumlah tiang lampu hias dekat...
Baca Selengkapnya
Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"
Oleh Anies SeptivirawanDi suatu sore, Minggu yang berdebu. Angin akhir bulan Juli menggoyang dedaunan pohon Palma yang berdiri berjejer dengan sejumlah tiang lampu hias dekat...
Baca SelengkapnyaOleh Anies Septivirawan Putra daerah asal dusun Sokaan, desa Trebungan, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia, sang founder...
Baca SelengkapnyaCerita Bediding Akhir JuliAngin bediding menyusupiTulang senjakumembuka lembar bukuPada jendela tuaSekolah yang ramahMenyapa lembut pada batin wajah kanakku,...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies SeptivirawanSinar matahari masih belum terlalu menyengat kulitku. Masih pagi.Aku mau mengisi kekosongan perutku dengan makanan khas...
Baca Selengkapnya Oleh: Anies SeptivirawanSinar matahari sore nyaris redup. Berwarna jingga. Syahdan, berganti rembang petang. Saya duduk bersila di...
Baca SelengkapnyaPuisi – puisi ANIES SEPTIVIRAWAN Tentang Aku dan Engkau Pada Minggu pagi wajahmu yang semerbak melati...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies Septivirawan Nuansa hari raya idul Fitri 1446 Hijriyah masih terasa kental. Hal itu masih tampak...
Baca SelengkapnyaOleh: Anies Septivirawan Kafe, adalah sebuah destinasi penyegaran pikiran dan hati setelah seharian penuh kita bekerja di...
Baca Selengkapnya