• Latest
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 14 27 58 | POTRET Budaya | Potret Online

Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal

Mei 4, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 1001348646_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 1001353319_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 1001361361_11zon | POTRET Budaya | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal

Anies Septivirawan by Anies Septivirawan
Mei 4, 2025
in POTRET Budaya
Reading Time: 1 min read
0
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 14 27 58 | POTRET Budaya | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

‎

Oleh: Anies Septivirawan
‎
‎Sinar matahari sore nyaris redup. Berwarna jingga. Syahdan, berganti rembang petang. Saya duduk bersila di atas lincak/amben bersama seorang guru tari topeng yang juga menurut saya, ia adalah budayawan lokal yang lahir di di Situbondo, Jawa Timur. Dialah Hosnatun yang kerap disapa Cak Tutun.
‎
‎Kami berdua mulai berbincang sersan (serius tapi santai) tentang rumah khas Situbondo. Dan dilanjutkan dengan wawancanda (wawancara sembari bercanda).
‎
‎Cak Tutun pun memulainya,
‎
‎”Semasa kecil, saya sering ikut kakek ketika membangun rumah milik warga keturunan Tionghoa atau China di pelosok – pelosok desa di Situbondo. Karena kakek saya dulu tukang membuat rumah. Nah, ketika kakek saya mau buat rumah di sekitar pelabuhan Kalbut, di sana membuat rumah “pacenan”. Bahasa pacenan ini adalah dialek. Ketika motif – motif rumah itu ditelusuri, ornamennya ada tiga macam. Ada macam Mandarin, China. Ada macam Kadhulung, madhure , juga ada macam Jepara. Nah, ternyata rumah pacenan itu orang China yang menggarap, jadi rumah “pacenan” itu berasal dari kata pacena- an, jadi yang mendesain rumah tersebut adalah orang – orang China yang datang ke Situbondo berabad-abad lalu,” papar Hosnatun.
‎
‎Hosnatun juga mengatakan bahwa, pada suatu saat ia akan menggelar sebuah acara workshop dan akan mengundang seluruh pekerja seni dan praktisi budaya di Situbondo untuk mengupas rumah khas Situbondo.
‎
‎”Khususnya para guru bidang seni budaya akan saya kumpulkan, dan semoga bupati Situbondo akan mendukung acara ini,” tandas pria berusia 75 tahun ini memecah keheningan malam di rumahnya.
‎
‎
‎

Baca Juga
  • Hentak Syair Savitri Jumiati
  • Ramai- Ramai Menyambut Kirab Api PON XXI di Bireun
Share234SendTweet146Share
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Next Post
Menelisik Rumah Adat Situbondo Bersama Cak Tutun, Guru Tari Topeng dan Budayawan Lokal - 2025 05 04 15 13 36 | POTRET Budaya | Potret Online

Aamiiin KAI

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com