• Latest
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 0a2ec94e 7d73 4f09 9f74 012025314d8d | Puisi Essay | Potret Online

Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎

Juli 29, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 1001348646_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 1001353319_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 1001361361_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎

Anies Septivirawan by Anies Septivirawan
Juli 29, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 0a2ec94e 7d73 4f09 9f74 012025314d8d | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


‎
‎Oleh Anies Septivirawan 
‎

‎
‎Suatu pagi, musim kemarau, penghujung Juli di destinasi wisata bahari Pasir Putih. Matahari di ufuk timur masih sepenggalah. Belum terlalu menyengat kulit. Langit cerah nan biru menaungi hati puluhan pekerja yang datang atas nama undangan pada sepucuk surat yang dilayangkan oleh pemerintah Kabupaten Situbondo.
‎
‎Di selembar kertas risalah berlogo pemerintah Kabupaten itu terselip perihal: rapat koordinasi.
‎
‎Mereka adalah kepala keluarga yang berjumlah 72 orang. Mereka telah bekerja dan mengabdi sejak puluhan tahun yang lalu. Jiwa dan hati mereka sudah akrab dengan angin pantai, debur ombak, serta sepasang sun set dan sun rise di cakrawala.
‎
‎Dan mungkin pada hari Senin Legi nan  murung itu, semua yang indah di rasa mereka akan segera berakhir. Tidak ada sun set sun rise, tak terdengar lagi debur ombak nan lembut, tak ada juga sambutan angin pantai yang bernyanyi di tengah rutinitas setiap mereka bekerja.
‎
‎Karena mereka telah membaca sepucuk surat undangan itu berulang – ulang. Bak disambar petir namun tidak ada hujan, sepasang mata mereka yang normal membaca sebaris kalimat tiba -tiba kumpulan huruf-huruf itu seolah menari mengejek nasib mereka yang jelek: mereka di-PHK secara sepihak.
‎
‎Sinar sang surya semakin tinggi dan panasnya menghisap keringat dari sumur pori-pori mereka. Bagi mereka tak ada lagi perihal rapat koordinasi. Bagi mereka, sepucuk surat itu bagai sebuah kapal dari samudera yang akan menjemput mereka pulang ke rumah. Namun mereka tidak sudi pulang ke rumah.
‎
‎Para pekerja turun ke jalan raya jurusan Situbondo – Surabaya. Meminta sang Bupati muda agar menggunakan rasa. Meminta agar sang Bupati muda mau menjahit lembar mimpi mereka yang koyak.  Mereka unjuk rasa. Mereka tak rela sepucuk surat itu menjemputnya. Mereka tidak mau sepucuk surat itu menawarkan luka. 
‎
‎
‎Situbondo, Senin Legi, Juli 2025
‎
‎
‎Catatan kaki: radarsitubondo.jawapos.com

Share234SendTweet146Share
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Next Post
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎ - 99840128 d4ca 41aa a17a 4104b004adac | Puisi Essay | Potret Online

Negeri Muslim atau Negeri yang Lupa? Belajar dari Negara Non‑Muslim yang Maju

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com