• Latest
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis - 8a3d889f a39c 49ed 9b16 80a763bff12c scaled | Artikel | Potret Online

Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

November 12, 2024
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
OSIS

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

Redaksiby Redaksi
November 12, 2024
A A
Reading Time: 2 mins read
Tags: #pengemis
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis - 8a3d889f a39c 49ed 9b16 80a763bff12c scaled | Artikel | Potret Online
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Sri Aliyah Buana

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam -UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Pada hari Minggu, tanggal 29 September 2004, saya melakukan observasi di kawasan Pasar Aceh dan melihat dua perempuan bersaudara yang sedang berjalan di pinggir jalan sambil meminta sedekah. Kedua perempuan ini mengenakan pakaian lusuh, dan masing-masing membawa ember kecil sebagai wadah untuk menampung uang pemberian dari para pejalan kaki maupun pengendara yang lalu lalang. Pemandangan ini begitu mengundang rasa iba, terutama karena kondisi fisik salah satu dari mereka—si adik—yang tampak memiliki keterbatasan. Dengan tubuh kurus dan kaki yang tidak sempurna, ia harus menyeret tubuhnya menggunakan tangan agar bisa bergerak maju.

 

Dari informasi yang pernah saya dengar, si adik pernah dimasukkan ke dalam panti sosial agar dapat dirawat dengan layak oleh pihak pemerintah. Namun, sang kakak kemudian mengeluarkan adiknya dari panti sosial dengan janji bahwa ia tidak akan lagi membawa adiknya ke jalanan untuk mengemis. Sayangnya, janji tersebut tidak ditepati, terbukti dari kenyataan bahwa mereka masih berkeliaran di pinggir jalan, mengulurkan ember kecil untuk meminta belas kasihan. Sang kakak, yang berusia sekitar 50 tahun dan sebenarnya dalam kondisi fisik yang masih cukup kuat, seharusnya bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih bermartabat. Namun, mungkin karena tuntutan finansial dan beban tanggung jawab keluarga, ia memilih untuk mengemis, yang mungkin dianggapnya sebagai jalan termudah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

Apabila kita menggali informasi lebih lanjut, mungkin akan terungkap alasan-alasan lain yang membuat mereka terjerat dalam praktik mengemis ini. Kondisi ekonomi yang sulit, kurangnya keterampilan, dan akses terbatas ke pekerjaan mungkin menjadi faktor yang mendorong mereka untuk mengandalkan belas kasihan orang lain sebagai sumber penghidupan. Situasi ini sungguh ironis, mengingat sang kakak sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja dan hidup secara mandiri, sementara sang adik membutuhkan perawatan dan dukungan khusus yang layak.

 

Situasi seperti ini tidak seharusnya dibiarkan terus-menerus terjadi, terutama jika ada peluang untuk mengarahkan mereka pada jalan yang lebih baik. Kehadiran pengemis di pinggir jalan bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan, mengingat lokasi tempat mereka sering kali berdekatan dengan arus lalu lintas yang ramai. Untuk menangani permasalahan ini, peran pemerintah sangat penting dalam memberikan bantuan sosial berupa pelatihan keterampilan kepada para pengemis agar mereka bisa memperoleh penghasilan dengan cara yang lebih bermartabat. Selain itu, razia pengemis dapat dilakukan sebagai langkah awal, namun dengan tujuan agar mereka dapat diarahkan pada pelatihan khusus sehingga mereka memiliki keterampilan dan panduan untuk mencari nafkah di luar jalanan.

Baca Juga

Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
0bbaafe3-989c-40ac-89fc-d0335c56d343

Dubai Kota Impian Pelan-pelan Menuju Kota Hantu

Maret 31, 2026
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Artikel | Potret Online

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 31, 2026

 

Di sisi lain, masyarakat juga dapat ikut berkontribusi dalam penanggulangan masalah pengemis ini dengan membuka lapangan pekerjaan yang layak bagi mereka yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, mereka dapat menjalani hidup yang lebih bermartabat tanpa harus mengandalkan belas kasihan dari orang lain. Langkah-langkah ini, jika diterapkan secara konsisten, dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan mengurangi jumlah pengemis di jalanan, sehingga tercipta kota yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan sosial bagi seluruh warga.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 341x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 308x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 295x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Discussion about this post

Next Post

Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com