• Latest
Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib

Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib

November 11, 2024
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib

Refleksi Masalah Kesejahteraan Sosial

Redaksi by Redaksi
November 11, 2024
in Aceh, Artikel, Bidik, Dinas Sosial, Edukasi, gepeng
0
Pengemis Yang Pasrah Pada Nasib
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti ‘Asyirah

Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026

Pengemis sering kali digambarkan dengan sikap pasrah terhadap nasib, sebuah sikap yang dapat dipahami sebagai respons terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang mereka hadapi. Sikap ini bukanlah tanda kelemahan semata, tetapi lebih sebagai akibat dari ketidakmampuan untuk mengakses peluang yang dapat mengubah nasib mereka.

Dalam banyak kasus, pengemis hidup dalam lingkaran kemiskinan yang sulit diputus, di mana pendidikan yang terbatas, kesempatan kerja yang terbatas, dan kurangnya dukungan sosial membuat mereka merasa tak berdaya untuk mengubah keadaan.

Pasrah terhadap nasib menjadi mekanisme bertahan hidup, di mana mereka menerima keadaan sebagai takdir yang tidak dapat diubah, meskipun sebenarnya mereka adalah korban dari kesenjangan sosial yang lebih luas. Sikap tersebut, meskipun dapat dipandang negatif dalam konteks motivasi untuk berjuang, sebenarnya menggambarkan kegagalan sistem dalam memberikan kesempatan yang setara dan layak bagi semua lapisan masyarakat.

Kesenjangan sosial yang terus berkembang menciptakan ketidakadilan struktural, yang membatasi kemampuan individu untuk mengatasi keterbatasan dan meraih kesejahteraan. Dengan kata lain, pengemis yang tampak pasrah merupakan manifestasi dari sistem sosial yang belum mampu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap orang untuk berkembang dan mencapai kehidupan yang lebih baik.

Dalam kasus ini, penulis sempat mewawancarai salah satu pengemis di area sekitaran masjid Raya Baiturrahman. Seorang wanita dewasa yang berusia sekisaran 50 tahun terlihat sehat secara fisik dengan menuntun seorang wanita yang terlihat cacat secara fisik dengan penampilan lusuh serta kumuh dibawa berkeliling sambil menenteng sebuah ember. Dulunya bekerja sebagai asisten rumah tangga, wanita dewasa ini kini mengandalkan mengemis untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarga.

Setelah majikannya pindah, ia mengaku tak ada pekerjaan lain yang didapatkan. Wanita yang terlihat cacat fisik tersebut merupakan adiknya, dan sebelumnya hanya ditempatkan di Masjid Raya untuk mengemis tanpa diajak berkeliling. Namun sejak tahun 2013, ia mulai menuntun adiknya untuk berkeliling, berharap bisa mendapatkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya keputusan tersebut menjadi satu-satunya cara yang ia miliki untuk bertahan hidup.

Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, fenomena pengemis ini merupakan salah satu contoh dari banyaknya masalah kesejahteraan sosial yang belum teratasi secara menyeluruh. Masalah kesejahteraan sosial yang cukup kompleks, ditambah dengan penanganan yang sering kali tidak tuntas dan tidak terpadu, memperlihatkan bahwa masih ada tantangan besar dalam mencapainya. Merujuk pada UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, setiap individu berhak mendapatkan jaminan sosial yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak serta meningkatkan martabatnya, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.

Namun, kenyataannya kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat masih belum tercapai secara merata, yang menjadi tantangan besar yang harus diperhatikan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial, pengemis masih tetap ada di tengah masyarakat, yang menunjukkan bahwa masalah ini belum dapat diatasi secara menyeluruh.

Selama ini, pengemis seringkali hanya ditertibkan dan dibina agar tidak terlihat di tempat-tempat umum karena dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, pendekatan ini tidak cukup untuk menyelesaikan masalah kesejahteraan sosial secara tuntas. Faktanya, setelah penertiban dilakukan, keberadaan pengemis masih tetap ada, bahkan bisa meningkat, karena penyebab utama dari fenomena ini yaitu kemiskinan dan ketidakmerataan akses terhadap kesejahteraan sosial yang belum teratasi dengan baik.

Dengan demikian, penanganan masalah pengemis tidak hanya dapat difokuskan pada penertiban fisik atau pembinaan sementara. Perlu adanya penanganan lebih dalam yang mencakup pemberdayaan sosial, akses pendidikan, pelatihan keterampilan, serta jaminan sosial yang lebih merata, sangat diperlukan untuk menangani akar masalah ini secara lebih efektif. Sebab, kesejahteraan sosial yang sejati hanya bisa terwujud jika seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh hak dasar mereka untuk hidup layak dan bermartabat.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 114x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 106x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 95x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 82x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 80x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: Perempuan
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Perempuan

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya
# Koruptor

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

March 10, 2026
#Cut Nyak Dhien

Kartini dan Para Pejuang Wanita yang Tak Sempat Menulis

April 16, 2025
Perempuan dan Hari Raya Idul Fitri “Minim Sampah”
Artikel

Perempuan dan Hari Raya Idul Fitri “Minim Sampah”

April 1, 2025
Next Post
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com