Dengarkan Artikel
Oleh Alchair Aljohore
Pada waktu itu, di sebuah kampus yang indah, terdapat seorang mahasiswa bernama Alam. Alam adalah seorang pemuda tampan dengan rambut hitam pekat dan mata biru yang memikat. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, serta kebaikan hati yang membuat dia disenangi oleh banyak teman.
Satu hari, Alam sedang duduk di kantin kampusnya, sambil menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba, matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang berjalan menuju lorong kelas. Gadis itu bernama Seri, seorang mahasiswa jurusan sastra yang pintar, berambut pirang dan memiliki senyuman yang menawan.
Alam merasa tertarik pada Seri dan ingin mengenalnya lebih dekat. Dia pun mengambil inisiatif dan mendekati Laura untuk berkenalan. “Hai, perkenalkan namaku Alam. Apa kabarmu?” ucap Alam dengan ramah. Seri membalas sapaan Alam dengansenyuman dan mengatakan, “Hai, Alam. Aku baik-baik saja. NamakuSeri, senang berkenalan denganmu.”
Sejak saat itu, Alam dan Seri mulai menghabiskan waktu bersama. Mereka sering bertemu di kampus, mengerjakan tugas bersama, dan berbagi cerita satu sama lain. Semakin lama, Alam semakin yakin bahwa dia jatuh cinta pada Seri, dan dia ingin memberitahunya.
Di suatu sore yang cerah, Alam memutuskan untuk bertemu dengan Seri di taman kampus. Dia ingin mengungkapkan perasaannya dengan jujur dan apa adanya. Ketika mereka bertemu, Alam menggenggam tangan Seri dengan lembut dan berkata, “Seri, aku harus mengatakan sesuatu padamu. Aku merasa sangat dekat denganmu, dan aku tahu bahwa aku jatuh cinta padamu.”
Seri terkejut mendengar pernyataan Alam. Hatinya berdegup kencang, tetapi dia tidak tahu apa yang harus dia jawab. Setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya berkata, “Alam, aku juga merasa dekat denganmu. Tapi aku masih belum yakin tentang perasaanku. Apakah kita bisa mengambil waktu untuk lebih mengenal satu samalain?”
Alam mengerti kekhawatiran Seri dan setuju untuk memberinya waktu. Mereka melanjutkan hubungan persahabatan mereka, tetapi Alam tetap merasa cinta yang mendalam terhadap Seri.
Beberapa bulan kemudian, Alam dan Seri semakin dekat. Mereka sering keluar bersama dan bercerita tentang harapan dan impian mereka. Suatu saat, Alam tahu bahwa dia harus mengungkapkan perasaannya sekali lagi.
Malam itu, Alam mengantarkan Seri pulang setelah makan malam bersama. Di depan pintu rumah Seri, Alam menghentikan langkah mereka dan mengambil napas dalam-dalam. Dalam ketegangan yang melanda, Alam mengatakan, “Seri, aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini.
📚 Artikel Terkait
Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Apakah kau mau menjadi kekasihku?”
Seri merasa terharu mendengar kata-kata Alam. Dia tahu bahwa cinta Alex adalah cinta yang tulus dan tulus. Dengan senyuman yang tulus di wajahnya, Laura berkata, “Alex, aku juga mencintaimu. Aku ingin menjadi kekasihmu.”
Demi cintanya, Alam dan Seri menjalin hubungan yang kuat dan mesra. Mereka saling mendukung, saling menghargai, dan saling mencintai satu sama lain. Setiap hari yang mereka lewati bersama adalah anugerah yang berharga.
Dengan waktu, Alam berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Seri juga mendapatkan pekerjaan di bidang sastra yang dia cintai. Mereka berdua saling mendukung dalam mencapai impian dan tujuan mereka.
Hingga suatu hari, Alam merasa bahwa dia sudah siap untuk melangkah ke babak selanjutnya. Dia ingin melamar Seri untuk menjadiistrinya. Alam mempersiapkan segalanya dengan teliti, dari cincin bertatahkan berlian hingga tempat khusus di taman yang indah.
Pada satu senja yang indah, denganmatahari yang tenggelam di balikcakrawala, Alam membawa Seri ketaman itu. Mereka berjalan melewatibunga-bunga yang indah dan pepohonan yang hijau. Saat mencapaitempat yang telah dipersiapkan, Alam berlutut di depan Seri, membukakotak cincin, dan berkata, “Seri, akumen cintaimu dengan seluruh hatiku. Apakah kau mau menikah denganku, untuk selamanya?”
Seri menatap Alam dengan mata yang berkaca-kaca, terharu dan bahagia. Dia tersenyum dan menjawab, “Ya, Alam. Aku mau menikah denganmu. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.”
Demi cintanya yang tak tergoyahkan, Alam dan Seri menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia dan penuh kasih. Mereka saling mendukung, saling mencintai, dan saling menghormati hingga akhir hayat mereka.
Alkhair Aljohore@
28.8.24 – cerpen
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





