• Latest

Demi Cintaku

Oktober 6, 2024
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Demi Cintaku - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
Demi Cintaku - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Cerpen | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Demi Cintaku

Johor, Malaysia

Redaksi by Redaksi
Oktober 6, 2024
in Cerpen, POTRET Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Alchair Aljohore

Pada waktu itu, di sebuah kampus yang indah, terdapat seorang mahasiswa bernama Alam. Alam adalah seorang pemuda tampan dengan rambut hitam pekat dan mata biru yang memikat. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, serta kebaikan hati yang membuat dia disenangi oleh banyak teman.

Satu hari, Alam sedang duduk di kantin kampusnya, sambil menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba, matanya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang berjalan menuju lorong kelas. Gadis itu bernama Seri, seorang mahasiswa jurusan sastra yang pintar, berambut pirang dan memiliki senyuman yang menawan.

Alam merasa tertarik pada Seri dan ingin mengenalnya lebih dekat. Dia pun mengambil inisiatif dan mendekati Laura untuk berkenalan. “Hai, perkenalkan namaku Alam. Apa kabarmu?” ucap Alam dengan ramah. Seri membalas sapaan Alam dengansenyuman dan mengatakan, “Hai, Alam. Aku baik-baik saja. NamakuSeri, senang berkenalan denganmu.”

Sejak saat itu, Alam dan Seri mulai menghabiskan waktu bersama. Mereka sering bertemu di kampus, mengerjakan tugas bersama, dan berbagi cerita satu sama lain. Semakin lama, Alam semakin yakin bahwa dia jatuh cinta pada Seri, dan dia ingin memberitahunya.

 Di suatu sore yang cerah, Alam memutuskan untuk bertemu dengan Seri di taman kampus. Dia ingin mengungkapkan perasaannya dengan jujur dan apa adanya. Ketika mereka bertemu, Alam menggenggam tangan Seri dengan lembut dan berkata, “Seri, aku harus mengatakan sesuatu padamu. Aku merasa sangat dekat denganmu, dan aku tahu bahwa aku jatuh cinta padamu.”

Seri terkejut mendengar pernyataan Alam. Hatinya berdegup kencang, tetapi dia tidak tahu apa yang harus dia jawab. Setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya berkata, “Alam, aku juga merasa dekat denganmu. Tapi aku masih belum yakin tentang perasaanku. Apakah kita bisa mengambil waktu untuk lebih mengenal satu samalain?”

Alam mengerti kekhawatiran Seri dan setuju untuk memberinya waktu. Mereka melanjutkan hubungan persahabatan mereka, tetapi Alam tetap merasa cinta yang mendalam terhadap Seri.

Beberapa bulan kemudian, Alam dan Seri  semakin dekat. Mereka sering keluar bersama dan bercerita tentang harapan dan impian mereka. Suatu saat, Alam tahu bahwa dia harus mengungkapkan perasaannya sekali lagi.

Malam itu, Alam mengantarkan Seri pulang setelah makan malam  bersama. Di depan pintu rumah Seri, Alam menghentikan langkah mereka dan mengambil napas dalam-dalam. Dalam ketegangan yang melanda, Alam mengatakan, “Seri, aku mencintaimu  lebih dari apa pun di dunia ini.

Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Apakah kau mau menjadi kekasihku?”

Seri merasa terharu mendengar kata-kata Alam. Dia tahu bahwa cinta Alex adalah cinta yang tulus dan tulus. Dengan senyuman yang tulus di wajahnya, Laura berkata, “Alex, aku juga mencintaimu. Aku ingin menjadi kekasihmu.”

Demi cintanya, Alam dan Seri menjalin hubungan yang kuat dan mesra. Mereka saling mendukung, saling menghargai, dan saling mencintai satu sama lain. Setiap hari yang mereka lewati bersama adalah anugerah yang berharga.

Dengan waktu, Alam berhasil menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Seri juga mendapatkan pekerjaan di bidang sastra yang dia cintai. Mereka berdua saling mendukung dalam mencapai impian dan tujuan mereka.

Hingga suatu hari, Alam merasa bahwa dia sudah siap untuk melangkah ke babak selanjutnya. Dia ingin melamar Seri untuk menjadiistrinya. Alam mempersiapkan segalanya dengan teliti, dari cincin bertatahkan berlian hingga tempat khusus di taman yang indah.

Pada satu senja yang indah, denganmatahari yang tenggelam di balikcakrawala, Alam membawa Seri ketaman itu. Mereka berjalan melewatibunga-bunga yang indah dan pepohonan yang hijau. Saat mencapaitempat yang telah dipersiapkan, Alam berlutut di depan Seri, membukakotak cincin, dan berkata, “Seri, akumen cintaimu dengan seluruh hatiku. Apakah kau mau menikah denganku, untuk selamanya?”

Seri menatap Alam dengan mata yang berkaca-kaca, terharu dan bahagia. Dia tersenyum dan menjawab, “Ya, Alam. Aku mau menikah denganmu. Aku mencintaimu dengan segenap hatiku.”

Demi cintanya yang tak tergoyahkan, Alam dan Seri menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia dan penuh kasih. Mereka saling mendukung, saling mencintai, dan saling menghormati hingga akhir hayat mereka.

 

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026

Alkhair Aljohore@

ADVERTISEMENT

28.8.24 – cerpen

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 332x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 323x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Demi Cintaku - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
Demi Cintaku - IMG_1387 | Cerpen | Potret Online

Indahnya Menulis Bagi Seorang Guru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com