POTRET Budaya

Hijrah Meniti Waktu

Desember 2023
Oleh: Redaksi

Oleh Tabrani Yunis

Aku tengah mengarungi lautan waktu

Hijrah meniti titian -titian nadi yang berliku

landai, berbukit, terjal dan berbatu- batu

menelusuri jalan- jalan pengap  berdebu

Ini perjalanan menguntit detak jarum jam berlari  mengitari siklus waktu

Mengejar hitungan detik bertalu-talu

Melangkahi hitungan menit berlalu

Seperti hari berganti dari Sabtu ke Minggu

Menutupi hitungan hari kembali ke satu

Berkali-kali sudah tahun baru berlalu

dihiasi gemintang dan bulan bercumbu

Ditemani rembulan lalu lalang jelajahi malam nan membisu

Aku terus mengejar-ngejar waktu

Berlari dan berlari berkejaran saling buru

Tak ada seorang pun tahu

Seperti apa ruang waktu itu

Semua serba tak menentu

Namun harus digapai hingga ujung waktu

Hidup memang harus ada yang dituju

Walau kadang terasa tak mampu

Karena tidak ada satu pun yang tahu

Terlalu sedikit jangkauan ilmu

Tuk mengukur batas waktu

Tak pula bisa memutuskan kapan itu

Aku hanya bisa menunggu waktu

Pada keputusan yang punya kuasa mengatur dan pemilik waktu

Kini aku tengah berjalan menyisir waktu

Mengulik irama ketuk detik nadi yang saling berburu

Sampai batas waktu tak lagi ada getaran hati yang menggebu

Itulah batas akhir yang tak mungkin diburu

Pada perjalanan hijrah yang  teduh dan haru

Aku terus dikalahkan waktu

Begitu rugi kala tak mampu mengatur waktu

Selamat datang tahun baru

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir