POTRET Budaya

Teruntuk Ibu Di Ujung Ingatan

Desember 2023
Oleh: Redaksi

 

Oleh Savitri Jumiati

Dari plasma dan embriomu
Indung telur menyelaputi darah dan nafasku
Merubah bentuk tubuh menjadi tulang yang kukuh
Lahirku penuh liku
Ada ribu air mata di wajah pipih tua renta itu
Ibu kataku di tengah megah puisi rindu

Bu, ini kali aku membawa namamu
Terbang melayang di lapisan tanah tanah negeri muaraku
Bahkan aku mencoba patahan kata di luas kalbu
Bukan untuk hari ini saja bu
Tapi untuk sakitku

Bu, maaf bila aku mengeluh
Karena padamu lah aku hidup
Meski seribu tubi cerca meludahiku
Aku tak kan mati sekarat dalam neraka itu
Karena jemarimu membawa doa dan berkah pada langkahku

Bu, dedaun musim berlalu
Rindu renyuh untuk mengingatmu
Mengingat petuah yang kau ajarkan untukku
Mengingat usap belai kasih di hari hariku
Kau tak pernah lelah memberi pelita pada anak anakmu
Sampai kau pun harus menutup mata usia tua

Bu, ini aku tiada peneguh
Berjalan di rumput rumput berduri negeriku
Bahkan puisiku berkali jatuh
Memberontak di bukit bukit gubuk penipu
Dan, bahkan aku kehilangan cara untuk tersenyum
Tanpa ada kepura puraanku

Aku rindu bu
Benar rindu
Mungkin mereka dapat melupamu
Lari dari warna pelangimu
Tetapi tidak dengan ku, bu
Masih megingat wajahmu yang lusuh

Dan aku tetap menjadi sebuah buku buku
Dan aku menjadi puisi di tumpukan hujan serta kopimu
Dan menjadi penjentra kalimat di tubuh rindu tak berhati kalbu
Aku membawamu,dalam luasnya embun
Terima kasih untuk kasih sayangmu, bu

Bekasi Selasa 12 Desember 2023
Telaga Sastra Cinta “Savitri J (Saju)”

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir