Selasa, April 21, 2026

Sekumpulan Puisi Mustiar, Ar

Februari 2023
Oleh: Redaksi

TALI ASIH

Tali asih erat disimpulkan
Angin tak kuasa memburai
Senyum itu tulus
– tak
Seperti senyum penipu
Menanam padi di meja berAc

Tali asih tak direka
Seperti yang dititahNya
Erat di arasy tuhan

getkupi, 07 Pebruari 2023

 

K U R S I

Sikut menyikut marak
Kampungku disuguhi roti
Kebohongan di meja rapi

Musim penipu meracik akal
-duduk’
Bertahta di genangi air mata
Jelata

06 Februari 2023

 

TANGKAI MALAM

Pada tangkai malam
Ranum kutitipkan rasa
Tuhan maha pengasih
Penyayang hambanya

Tancapkan ke jiwaku

02 Pebruari 2023

AKU

Garis merah di ujung buritan
Entah isyarat apa
Ketika camar laut bergegas mengemas lukanya

AH
Hidup seperti sinetron kejar tayang.

Jalan Nasional, 2018

 

MENARILAH TANPA KARPET MIRAH

Kadang badai amat kencang
mematahkan tiang pancang
Padahal tuhan berkata:
Hiduplah dengan caramu
Tetap di koridor, yang termahtub
Menarilah tanpa karpet mirah

Bila nanti kau di depan
Gandeng tangan letih mereka
Mereka yang kau kasihi
Bersama cintanya
Peluh yang mengalir,ladang amal kita

Bila satu saat kita pulang
Generasi kan bangga
Bahwa mereka ada di langkah kita
Yang menulis di sejarah negeri

01 Pebruari 2023

 

MATA SEMBAB

Linangan air meruah
Di kolam mata
Ia yang menyematkan nasib

Ah pemulung suaramu
Ia teukhem di kantin kapitalisme

Linangan air meruah ke jalan
Tiada jua melerai

Hujung, Januari 2023

 

KISRUH DI NEGERI MULIA

Ada kisruh di negeriku
Rakyat resah mengepung
Kemiskinan melata di tanah mulia
Di rumah rakyat itu
Aura janji disebarkan,merayu
Diksi kebaikan semu diracik

Ada kisruh di negeri pusaka
Rakyat menghidu keserakahan
Napi dimuliakan’
Rakyat mengasah kenyalian

hujung Januari 2023

 

Mustiar Ar , penyair kelahiran Meulaboh. Karya pertamanya termuat di media SKM Taruna Baru, Medan, berjudul Kutambat Kapal Di Dermagamu (1987), lantas berturun-turun puisinya dimuat di Buletin, baik di daerah pun di tingkat nasional dan internasional. Karyanya diterbitkan bersama dalam Antologi Puisi Seulawah, Sekilas Pintas, Nuansa Dari Pantai Barat Aceh, Putro Pahang, Ziarah Ombak, Eklopedi Aceh, Adat Hikayat dan Sastra Aceh 2008. Antologi Puisi Hitam Putih ialah karya puisi tunggalnya yang masih stensilan yang dikuratori Haji Teuku Ahmad Dadek (1982), tapi buku tersebut hilang dalam pusaran Tsunami yang melanda Aceh dan Nias 26 dtesember 2004. Selain menulis puisi, juga berkutat di teater kolosal tahun 1995 pada event “Adat Perkawinan Aceh Barat dan Tewasnya Teuku Umar”.
E-mail: armustiar@gmail.com

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist