JEJAK AWAL MENJADI PENULIS

JEJAK AWAL MENJADI  PENULIS - d34b4ff2 57b6 4395 93b8 9a2307dfd9f6 | Aceh | Potret Online
Ilustrasi: JEJAK AWAL MENJADI PENULIS
WA FB X

 

Oleh  Faizul

Siswa Kelas XII IPS, Madrasah Aliyah Darul Ulum Banda Aceh

Menjadi seorang penulis mengantar kita pada petualangan tak terduga, membenamkan diri dalam  dunia yang penuh warna dan keajaiban. Setiap kata yang tercipta, seperti langkah kecil, membuka  pintu menuju realitas imajinatif yang tak terbatas. Menjadi seorang penulis bukanlah sekadar  memegang pena dan mencoret-coret kertas, melainkan sebuah perjalanan yang memunculkan  jejak-jejak kehidupan yang tak terlupakan di balik setiap kata yang tertulis. Esai ini akan mengupas  tuntas mengenai pengalaman dan tantangan di balik pena, merinci jejak-jejak awal dalam  perjalanan menjadi seorang penulis.

Sebagai seorang pelajar Madrasah Aliyah (MA) yang tengah meniti perjalanan pendidikan, saya,  Faizul, menemukan kecintaan saya pada dunia tulis-menulis di tengah kesibukan mengejar ilmu  agama. Perjalanan ini bermula dari suatu hari di pondok pesantren yang tentram, di mana  pandangan saya tertuju pada brosur lomba tingkat MA. Ironisnya, meskipun tertarik, saya tidak  memiliki pemahaman yang cukup tentang esai.

Pada saat itu, hidup saya penuh dengan rutinitas keagamaan, dan dunia tulisan sepertinya  merupakan sesuatu yang jauh dari pemahaman saya. Namun, semuanya berubah ketika seorang  guru di sekolah, Bu Siti Aminah, meminta saya untuk membuat opini dengan judul “Indahnya  Menjadi Seorang Santri.”

Awalnya, saya merasa bingung dan kurang percaya diri. Saya bahkan tidak tahu bagaimana  membuat tulisan dengan baik. Tapi Bu Aminah memberikan dorongan, “Yang penting kamu harus  berusaha dan percaya diri, Faizul. Kamu bisa menjadi penulis yang hebat. Ayo, setiap ada waktu  luang, datanglah ke perpustakaan, nanti saya bimbing kamu.”

Baca Juga

Meskipun awalnya berat, tanggung jawab ini membuat saya merasa bersemangat. Setiap jam  istirahat, saya menuju perpustakaan untuk menulis opini. Meski sulit, dengan waktu dan usaha  yang saya berikan, akhirnya saya berhasil menyelesaikannya, bahkan kadang-kadang di luar  pondok pesantren, di warnet.

Dua bulan kemudian, opini yang saya tulis dikirimkan melalui email perpustakaan. Bu Aminah  memberikan pujian, “Makasih ya, Faizul. Udah masuk kirimanmu. Ibu lihat bagus ceritanya,  banyak kesan kehidupan sehari-hari di pondok pesantren. Pokoknya, ibu sebarkan opini  kamu di sosial media.”

Semangat saya tidak surut. Saya terus menulis berbagai jenis tulisan, mengikuti berbagai lomba,  meskipun beberapa kali mengalami kegagalan. Namun, saya tetap berjuang, menyadari bahwa  pencapaian memerlukan proses yang panjang.

Alhamdulillah, di tahun 2021, saya meraih juara esai tentang CCDE Lembaga Peduli Anak Fakir  Miskin. Pada 2022, artikel saya “Cyber Bullying Digital Dukungan AI: Tantangan Perlindungan Anak di Era Media Sosial” berhasil menjadi juara 1 di Riab Fair. Cerpennya, berjudul “Laki-laki  Sejati,” juga berhasil dibukukan.

Bersama teman-teman di pondok pesantren, saya terus mengejar mimpi literasi. Pada tahun 2023,  saya meraih juara 1 dalam lomba esai dengan judul “Pengembangan Pariwisata Berbasis Sumber  Daya Maritim yang Berkelanjutan di Aceh.”

Melalui perjalanan ini, saya belajar bahwa tidak perlu takut pada lembaran kosong atau ragu  terhadap kemampuan kita. Setiap penulis memulai dari titik ini, dengan langkah-langkah kecil  yang mengubah mimpi menjadi kenyataan. Literasi adalah kunci untuk menginspirasi generasi  mendatang, dan melalui tulisan ini, saya berharap dapat menjadi bagian dari peningkatan literasi  sejak usia muda.

Motivasi saya dalam melangkah ke dunia tulisan bermula dari kecintaan yang mendalam pada  kata-kata dan keinginan untuk berbagi cerita. Setiap langkah kecil saya sebagai penulis adalah  dorongan untuk menggali lebih dalam, meresapi nuansa kehidupan, dan menyampaikan makna  melalui kata-kata.

Tantangan awal membuat saya ragu, namun dengan dukungan dan bimbingan guru, saya  menyadari bahwa menulis adalah tentang mengungkapkan diri dan berbagi pengalaman. Melalui  proses menulis opini pertama saya, saya merasakan kepuasan yang luar biasa ketika kata-kata  terhubung dengan pembaca.

Setiap kegagalan menjadi batu loncatan untuk lebih baik. Saya belajar bahwa kesuksesan tidak  datang dengan mudah, tetapi melalui kesabaran, ketekunan, dan tekat untuk terus belajar. Pujian  dari Bu Aminah dan pengalaman meraih juara pertama dalam lomba esai memberi saya motivasi  tambahan untuk terus berkembang sebagai penulis.

Hobi menulis saya menjadi lebih dari sekadar kegiatan. Itu adalah bentuk ekspresi diri, cara untuk  menyuarakan pandangan dan perasaan saya. Melalui tulisan, saya menemukan kekuatan untuk  mempengaruhi dan menginspirasi orang lain. Saya ingin menjadi suara yang mendorong  perubahan positif dan meningkatkan kesadaran literasi di masyarakat.

Prestasi demi prestasi yang saya raih bukanlah akhir dari perjalanan ini, melainkan pemicu untuk  terus berkembang. Harapan saya adalah agar setiap kata yang saya tulis dapat memberikan nilai  positif bagi pembaca, menginspirasi generasi muda untuk mengejar mimpi mereka, dan  meningkatkan apresiasi terhadap seni tulis-menulis.

ADVERTISEMENT

Dalam setiap lembaran kosong, saya melihat potensi untuk menciptakan sesuatu yang bermakna.  Melalui jejak awal saya sebagai penulis, saya ingin memotivasi orang lain untuk melangkah ke  dunia tulisan mereka sendiri, menemukan suara mereka, dan berbagi kisah yang berharga. Semoga  tulisan ini menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang memiliki mimpi untuk menapaki jejak  serupa.

 

BIODATA PENULIS:

Nama: Faizul

Sekolah: Madrasah Aliyah Darul Ulum Banda Aceh

Kelas: XII IPS 1

Hobi: Menulis dan Bermain Musik

Harapan: Semoga karya saya dapat menggerakkan literasi melalui menulis dan memberikan  inspirasi kepada banyak orang.

*Penulis adalah Santri Madrasah Aliyah Darul Ulum Banda Aceh dan juga Anggota MADU  Literacy Club angkatan 2022.

 

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.